Politik

PDIP Kritik PSI: Hanya Pansos dan Sensasional

PDIP Kritik PSI: Hanya Pansos dan Sensasional
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus saat memberikan pernyataan kepada wartawan [detikNews]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menanggapi pernyataan Ketua DPP PSI Bestari Barus yang heran PDIP mengomentari Presiden Joko Widodo. Deddy menilai PSI hanya mencari perhatian publik.

Menurutnya, PSI tidak pernah kritis terhadap isu rakyat dan hanya sibuk menyeret nama PDIP. Deddy mengatakan, “Rakyat sudah bosan dengan gimmick PSI,” kepada wartawan pada Minggu (5/7/2026).

Ia juga menantikan suara kritis PSI terkait isu-isu yang berhubungan dengan rakyat seperti tuntutan mahasiswa dan kasus korupsi. Deddy menambahkan, “Sudahlah rakyat juga tahu mereka cuma bikin sensasi buat pansos elektoral.”

Dalam konteks yang sama, Politikus PDIP Guntur Romli juga menanggapi pernyataan PSI mengenai Jawa Tengah sebagai kandang gajah. Guntur menilai PSI seharusnya tidak bersikap sombong.

Ia menyatakan, jika PSI kuat, Jokowi tidak perlu berkeliling, yang menunjukkan bahwa PSI lemah. Guntur menilai safari politik PSI merupakan pengalihan isu dari masalah internal partai.

Guntur juga menyinggung soal Sekjen PSI yang mengaku menerima uang dari Bupati Kuansing dan mengembalikannya 10 hari setelahnya. Ia meminta KPK untuk tidak pilih kasih dalam penanganan kasus tersebut.

Lebih lanjut, Guntur menilai pernyataan PSI tentang target politik di Jawa Tengah tidak perlu dikhawatirkan. Ia mengatakan capaian PSI di Pemilu 2024 tidak menunjukkan kekuatan yang signifikan.

Guntur menganggap pernyataan PSI sebagai bentuk kesombongan. Ia menegaskan bahwa jika PSI benar-benar kuat, mereka seharusnya tidak perlu mengklaim akan merebut kandang Banteng.

Dia menambahkan, “PSI 2024 aja gagal masuk parlemen, meski didukung penuh oleh Jokowi. Mereka harus lebih realistis.”

Sumber: detikNews

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.