PROBISNIS | Postur anggaran Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) tahun 2026 menyita perhatian. Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) per April 2026, rumah sakit rujukan utama di Aceh ini mengelola pagu anggaran mencapai Rp911,55 miliar, mencerminkan besarnya skala layanan sekaligus kompleksitas pengelolaan keuangan yang dijalankan.
Dari total tersebut, porsi terbesar terserap pada belanja operasional melalui skema penyedia pihak ketiga. Salah satu yang menonjol adalah Belanja Barang Pakai Habis dengan kode RUP 66703179 yang mencapai Rp288,9 miliar. Menariknya, pengadaan ini menggunakan metode “dikecualikan”, yakni mekanisme yang diperbolehkan dalam kondisi tertentu, namun kerap menjadi sorotan karena minimnya proses kompetisi terbuka dibandingkan e-purchasing.
Selain itu, RSUDZA juga mengalokasikan anggaran untuk jasa cleaning service sebesar Rp22,7 miliar melalui skema e-purchasing. Sementara pada kategori swakelola, pos Belanja Jasa Kantor tercatat sebagai salah satu yang terbesar, dengan nilai mencapai Rp262 miliar, yang bersumber dari pendapatan fungsional BLUD.
Di sisi lain, beban anggaran untuk gaji dan tunjangan pegawai juga tidak kecil. Melalui kode RUP 42882427, dana sebesar Rp210,9 miliar dialokasikan dari APBD. Besarnya belanja pegawai yang berjalan beriringan dengan tingginya belanja jasa kantor menegaskan bahwa sebagian besar anggaran RSUDZA masih terserap untuk kebutuhan operasional rutin.
Kendati angka-angka tersebut mencerminkan kebutuhan besar dalam menjaga layanan kesehatan, publik kini menaruh perhatian pada aspek transparansi dan akuntabilitas, khususnya terkait metode pengadaan dan rincian penggunaan anggaran.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak manajemen RSUDZA melalui Kasubbag Infokom dan Kerja Sama, Rahmady, sejak 12 April 2026. Namun hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi yang diberikan.
Di tengah besarnya dana yang dikelola, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terutama bagi institusi layanan kesehatan yang menjadi tumpuan masyarakat Aceh.






Komentar