Uncategorized

Kemnaker Ubah BLK Jadi Inkubator Bisnis dan Klinik Produktivitas

Kemnaker Ubah BLK Jadi Inkubator Bisnis dan Klinik Produktivitas
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam keterangan resmi di Jakarta [ANTARA]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengembangkan fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai inkubator bisnis, klinik produktivitas, dan pusat pengembangan talenta. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan hal itu dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

“BLK tidak hanya sekadar menjadi tempat pelatihan, tetapi juga dikembangkan sebagai Talent and Innovation Hub, klinik produktivitas, serta inkubator bisnis,” kata Yassierli. Transformasi tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Kemnaker. Tujuannya mengoptimalkan BLK sebagai pusat pelatihan vokasi yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan industri.

Transformasi itu berlaku baik untuk industri domestik maupun internasional pada tahun 2026. “Fokus Kemnaker adalah memastikan lulusan BLK dapat langsung terserap di dunia kerja atau mampu merintis usaha secara mandiri,” ujar Yassierli. Menaker juga memaparkan strategi ketenagakerjaan Indonesia periode 2025–2029.

Strategi itu berfokus pada penguatan link and match antara vokasi dan industri serta optimalisasi BLK. Selain itu, perlindungan pekerja informal juga menjadi perhatian. Penyediaan pekerjaan layak dan inklusif serta penguatan regulasi ketenagakerjaan juga dibahas.

Regulasi tersebut mencakup regulasi platform digital dan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Yassierli mengatakan pengelolaan BLK kini diarahkan menggunakan pendekatan user journey approach. Pendekatan ini adalah alur pencari kerja untuk mempercepat transformasi.

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan pencari kerja memperoleh layanan yang tepat sasaran. Layanan itu dimulai dari proses pendaftaran, pelatihan, hingga penempatan kerja. “Kemnaker mendesain ulang alur layanan BLK agar lebih berfokus pada kebutuhan pencari kerja,” kata Menaker.

“Pelatihan tidak lagi hanya berorientasi pada materi di kelas, tetapi juga mengedepankan metode Project-Based Learning (PBL) dan program magang langsung di industri,” ujar Yassierli. BLK juga akan memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri. Kolaborasi juga dilakukan dengan perguruan tinggi serta komunitas.

Hal itu sebagai bagian dari penguatan ekosistem pelatihan vokasi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Dalam pengelolaannya, BLK akan memanfaatkan data berbasis teknologi informasi. Data itu digunakan untuk memetakan kebutuhan pasar kerja secara lebih presisi.

Dengan data tersebut, pelatihan diharapkan tepat sasaran dan evaluasi dampak program pelatihan lebih mudah. “Dengan sinergi data, kolaborasi yang kuat, dan pendekatan humas yang proaktif, kami yakin BLK akan menjadi motor penggerak SDM unggul,” kata Yassierli.[]

Sumber: ANTARA News

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.