Politik

Kemendikdasmen Latih Guru untuk Kembangkan Keterampilan Koding dan AI

Kemendikdasmen Latih Guru untuk Kembangkan Keterampilan Koding dan AI
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memberikan sambutan dalam peluncuran pelatihan mandiri di Jakarta [ANTARA News]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengadakan pelatihan mandiri untuk meningkatkan kompetensi dalam pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial (AI). Pelatihan ini ditujukan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa tantangan pendidikan Indonesia meliputi akses dan kesenjangan mutu antar-sekolah.

Menurut Abdul Mu’ti, kesenjangan pendidikan ini masih menjadi masalah di berbagai kawasan dan antar-sekolah. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas guru menjadi fokus utama Kemendikdasmen. “Program ini sangat penting, terutama dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua,” ucapnya saat peluncuran pelatihan di Jakarta.

Abdul Mu’ti juga menyampaikan bahwa Presiden memberikan perhatian besar terhadap transformasi pendidikan. Ini dilakukan melalui revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran dengan distribusi Interactive Flat Panel (IFP) ke seluruh satuan pendidikan. Namun, ia menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital tidak akan menggantikan peran guru.

“Guru adalah agent of learning dan agent of civilization. Guru bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan peradaban,” tambahnya. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, menambahkan bahwa tahun ini, mereka memperkuat pelatihan mandiri dengan metode Teacher Experimental Training (TET).

Dengan metode ini, sekolah berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran bagi guru dan tenaga kependidikan. Mereka dapat langsung menerapkan materi pelatihan ke dalam mata pelajaran yang diajarkan. “Sekarang langsung implementasi di mata pelajaran masing-masing, sehingga guru matematika bertemu dengan guru matematika,” jelas Nunuk.

Nunuk menyatakan bahwa proses pelatihan meliputi implementasi dan refleksi. Setiap pertemuan diadakan untuk merefleksikan pengalaman setelah penerapan materi. Pelatihan ini diharapkan dapat mengatasi tantangan pendidikan dan meningkatkan kompetensi GTK di Indonesia.[]

Sumber: ANTARA News Gorontalo

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.