Teknologi

Kelangkaan BBM di Bali, Antrean Panjang di SPBU Terjadi

Kelangkaan BBM di Bali, Antrean Panjang di SPBU Terjadi
Antrean panjang kendaraan di SPBU Kapal, Bali, akibat kelangkaan BBM [detikTravel]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Bali, sebagai destinasi pariwisata Indonesia, saat ini mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Antrean panjang terlihat di banyak SPBU, dengan pengendara harus menunggu hingga satu jam untuk mengisi bensin.

Menurut laporan detikBali pada Selasa (13/10/2026), antrean terjadi di SPBU Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi. Di lokasi tersebut, kendaraan mengular di jalur utama Denpasar-Gilimanuk.

Antrean serupa juga terlihat di SPBU Werdi Bhuwana, Sangeh, Lukluk, dan kawasan permukiman padat Dalung Permai. Pembeli BBM meningkat di kawasan Badung selatan, termasuk Nusa Dua, Jimbaran, dan Uluwatu.

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa banyak SPBU di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan juga dipadati pengendara, menyebabkan antrean panjang yang memengaruhi arus lalu lintas. Di SPBU 54.083.08 Kelurahan Kapal, mayoritas pengendara memilih BBM jenis Pertalite, sehingga antrean di jalur khusus Pertalite sangat panjang.

Beberapa pengendara mengungkapkan bahwa mereka harus menunggu lebih dari satu jam untuk mengisi BBM. Gede Ari, seorang pengendara yang antre sejak pukul 18.30 Wita, baru bisa mengisi BBM sekitar pukul 19.50 Wita.

“Lama antrenya karena waktu masuk ke SPBU itu saya udah disuruh mundur. Ternyata ada antrean. Sudah keliling di sekitar Dalung, masih ramai makanya saya ke sini,” ungkapnya.

Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, mengonfirmasi bahwa kepadatan di SPBU disebabkan oleh kendala teknis dalam proses pasokan BBM. Untuk mengatasi kemacetan, pihaknya menempatkan personel pengamanan di setiap SPBU yang terdampak.

“Kami di Polres Badung dan jajaran, Polsek jajaran memastikan antrean dapat lancar, terutama yang mungkin berdampak kepada arus lalu lintas. Kami menjamin dan meyakinkan agar masyarakat tidak panik,” kata dia.[]

Sumber: detikTravel

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.