probisnis.id – Jakarta berencana menerbitkan obligasi municipal pertamanya untuk membiayai infrastruktur besar. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mendorong langkah ini meski ada peringatan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya mempertanyakan alasan Jakarta, yang memiliki surplus kas, untuk berhutang di pasar modal.
Perselisihan ini mencerminkan ketegangan antara pemimpin daerah dan pemerintah pusat. Ini adalah ujian konstitusi dan fiskal pertama di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan anggaran nasional yang lebih ketat telah mengurangi alokasi transfer ke daerah.
Jakarta berusaha untuk menarik investor lokal guna mendukung penerbitan obligasi. Namun, Purbaya lebih memilih menggunakan kendaraan pinjaman yang didukung negara seperti PT SMI. Dia berpendapat bahwa Jakarta tidak perlu mengakses pasar untuk mendanai proyek-proyeknya.
Analisis pasar menunjukkan bahwa penerbitan obligasi sebaiknya diperlakukan sebagai proyek percobaan. Fendi Susiyanto, seorang analis ekuitas, menyatakan bahwa kerangka obligasi municipal dapat menjadi uji coba nasional untuk pembiayaan infrastruktur berbasis proyek. “Tidak perlu memblokir obligasi,” ujarnya, seraya menambahkan perlunya penilaian proyek independen.
Inisiatif ini memberikan model strategis bagi pemerintahan daerah untuk mengatasi penurunan transfer dari pemerintah pusat. Jakarta mencoba untuk menguji otonomi daerah, yang bisa diikuti daerah lain. Penerbitan obligasi diharapkan tidak hanya mendukung proyek lokal tetapi juga menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal yang sama.[]
Sumber: InvestorTrust






Komentar