probisnis.id – Indeks Kospi Korea Selatan mengalami penurunan signifikan sebesar 10% pada hari Selasa. Penurunan ini terjadi setelah laporan mengenai kemajuan industri chip di China. Saham SK hynix dan Samsung mengalami kerugian sekitar 13% masing-masing, mengakibatkan Kospi terpaksa dihentikan sementara selama 20 menit.
Kerugian ini merupakan bagian dari penjualan besar-besaran yang melanda industri secara global. Sementara itu, setelah dua tahun kenaikan yang luar biasa, banyak indeks dan perusahaan mencapai rekor tertinggi. Hal ini menambah kekhawatiran terhadap keberlangsungan lonjakan dalam sektor AI.
Dalam konteks ini, laporan dari website The Information menyebutkan bahwa Shanghai Yuliangsheng di China telah memulai produksi massal teknologi chip yang sebelumnya didominasi oleh perusahaan Belanda, ASML. Penurunan saham SK hynix dan Samsung juga mencerminkan tren lebih luas, di mana kedua perusahaan tersebut telah kehilangan hampir 50% dari nilai mereka sejak mencapai puncak tertinggi bulan lalu.
Indeks Kospi sendiri kini turun lebih dari 30%. Di Jepang, indeks Nikkei juga terpuruk lebih dari 4%, dengan Kioxia mengalami penurunan 18% dan Advantest serta Tokyo Electron masing-masing terjun 11%. Selain itu, pasar di Taipei juga turun lebih dari 4% akibat dampak penurunan saham TSMC.[]
Sumber: The Jakarta Post





Komentar