probisnis.id – Seorang penumpang maskapai Ryanair mengalami insiden mengerikan saat jendela pesawat pecah. Insiden ini terjadi pada penerbangan dari Thessaloniki, Yunani, menuju Memmingen, Jerman. Penumpang berusia 61 tahun asal Serbia hampir tersedot keluar dari pesawat namun berhasil selamat.
Penumpang tersebut masih mengenakan sabuk pengaman saat kejadian. Istrinya diketahui memegang kakinya, sehingga membantu menyelamatkannya dari kemungkinan terhisap keluar sepenuhnya dari pesawat Boeing 737. Penerbangan tersebut dilaporkan mengudara selama lebih dari satu jam dan mencapai ketinggian 16.000 kaki sebelum mengarah ke bandara Thessaloniki.
Para penumpang menggambarkan suasana kepanikan di dalam kabin pesawat. Salah satu penumpang menyebutkan terdengar suara dentuman keras, yang mirip suara ban meledak, setelah pesawat lepas landas. Beberapa penumpang awalnya berpikir pintu keluar darurat telah terbuka sebelum menyadari bahwa pesawat mengalami rapid decompression.
Rapid decompression terjadi ketika tekanan udara di dalam kabin pesawat berkurang secara tiba-tiba. Ketika pesawat terbang di ketinggian tinggi, tekanan udara di luar jauh lebih rendah dibandingkan di dalam kabin. Jika ada lubang pada badan pesawat, udara dalam kabin akan keluar dengan cepat menuju area bertekanan lebih rendah, sehingga menyebabkan benda-benda di dalam kabin dapat terhisap keluar.
Dalam insiden di maskapai Ryanair ini, penumpang mengalami friction burns atau luka bakar akibat gesekan dengan badan pesawat. Kontak fisik tersebut terjadi saat insiden pecahnya jendela. Situasi ini dapat berpotensi lebih fatal, bahkan menyebabkan kematian.
Insiden serupa juga pernah terjadi pada tahun 2018 pada pesawat Boeing 737 NG lainnya. Kasus ini menunjukkan betapa berbahayanya kondisi ketika terjadi kerusakan pada struktur pesawat saat terbang di ketinggian tinggi.[]
Sumber: detikHealth






Komentar