probisnis.id – Beberapa perusahaan investasi besar seperti Blackrock Inc., Deutsche Bank, dan Goldman Sachs telah membeli saham BBRI. Pada bulan Juli, Dimensional Fund Advisors LP juga mencatatkan net buy 1,21 juta saham BBRI.
Saat ini, Dimensional Fund Advisors menggenggam total 295 juta saham BBRI, sementara Goldman Sachs memegang 86,9 juta saham BRI. Pembelian ini dilakukan setelah harga saham BRI dianggap murah secara valuasi.
Bank BRI memiliki PBV 1,31 kali dan PER 7,6 kali pada harga Rp2.950 per saham. JPMorgan menyebut valuasi saham BBRI di bawah rata-rata 5 hingga 10 tahun terakhir, menjadikannya sangat menarik.
Riset terbaru JPMorgan merekomendasikan saham BBRI menjadi overweight (OW) dengan target harga Rp3.400 per saham dalam 12 bulan ke depan. CLSA Sekuritas juga menilai valuasi BBRI menarik pada harga saat ini.
Menurut CLSA, saham BBRI diperdagangkan pada 1,4x PB 2026CL, di bawah rata-rata jangka panjang 2,12x. Pada 24 Juli 2026, saham BBRI mengalami penurunan 1,33% ke Rp2.950 per saham.
Nilai transaksi saham BBRI mencapai Rp776 miliar dengan 261 juta saham diperdagangkan. Konsensus analis yang dihimpun Bloomberg memperkirakan target harga BBRI dapat mencapai Rp3.750 per saham dalam 12 bulan ke depan.
Dari 36 analis, 27 merekomendasikan untuk membeli saham BBRI. Ivan Ng, analis Autonomous Research, memberikan target harga Rp4.000 per saham, sementara Erwin Wijaya dari Verdhana Sekuritas menargetkan Rp4.500 per saham.[]
Sumber: Bloomberg Technoz






Komentar