probisnis.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan 1% atau 54,29 poin di sesi pertama perdagangan pada 26 Oktober 2026. IHSG berakhir di level 5.384,97 setelah sebelumnya sempat mencapai 5.453,65.
Penurunan IHSG disebabkan oleh koreksi pada saham berkapitalisasi besar, termasuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang turun 1,37%. Penurunan ini memberikan dampak negatif sebesar 5,89 poin terhadap indeks.
Selain BBRI, harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) juga menurun 3,26%, memotong 5,73 poin dari IHSG. Sebaliknya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengalami lonjakan 10,53%, yang berkontribusi menambah 7,11 poin pada indeks.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga melaporkan kenaikan harga saham sebesar 4,31%, memberikan tambahan 1,76 poin pada indeks. Total nilai transaksi di pasar saham Indonesia selama sesi pertama mencapai Rp7,60 triliun.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 18,57 miliar lembar saham dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,14 juta kali. Semua indeks sektoral di bursa mengalami penurunan, dengan sektor infrastruktur mengalami penurunan paling dalam sebesar 1,59%.
Sektor teknologi dan kesehatan juga mengalami penurunan masing-masing 1,54% dan 1,25%. Pada saat yang sama, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,14 triliun pada sesi pertama.
Volume net sell asing mencapai 2,12 miliar lembar saham. Di pihak lain, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menjadi yang paling banyak dibeli asing dengan total Rp18,42 miliar. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyusul dengan nilai Rp18,29 miliar.
Saham PT Sumber Global Energy Tbk (SGER), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) juga mencatatkan pembelian asing. Di sisi lain, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menduduki posisi teratas dalam penjualan bersih asing, mencapai Rp201,92 miliar.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengikuti dengan penjualan bersih masing-masing sebesar Rp129,94 miliar dan Rp89,67 miliar. Penurunan IHSG ini mencerminkan tekanan di pasar saham yang dipicu oleh beberapa faktor terkait saham-saham besar.[]
Sumber: IDNFinancials






Komentar