probisnis.id – Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai koalisi politik. Prabowo menyatakan bahwa hati PDIP sama dengan pemerintah. Ganjar menekankan bahwa kesamaan cita-cita tidak berarti harus bergabung dalam satu koalisi.
Ganjar mengatakan semua kekuatan politik memiliki tanggung jawab menjaga bangsa dan menjalankan amanat UUD 1945. Pada Jumat, 24 Juli 2026, Ganjar menyatakan, ‘Dalam pengertian itulah, tentu semangat kebangsaan kita sama. Namun, kesamaan cita-cita tidak berarti semua partai harus berada dalam satu barisan pemerintahan.’
Ganjar juga menjelaskan pentingnya sistem demokrasi. Dia menegaskan bahwa pemerintah dan partai bukan merupakan koalisi pemerintah, yang menghadirkan sistem check and balances. ‘Justru dalam sistem demokrasi, pembagian peran antara pemerintah dan kekuatan penyeimbang merupakan mekanisme yang sehat,’ ujarnya.
Dia menegaskan bahwa PDIP bukan bagian dari koalisi pemerintah Prabowo-Gibran. Meskipun demikian, dia menghormati Prabowo sebagai kepala pemerintahan. ‘Kami menghormati Presiden sebagai kepala pemerintahan yang memperoleh mandat rakyat,’ katanya.
Ganjar menambahkan bahwa PDIP akan menjalankan fungsi kontrol secara konsisten. Dia menegaskan, kritik dari PDIP bertujuan untuk menjaga kebijakan tetap berpihak pada rakyat. ‘Kritik yang kami sampaikan bukan untuk menjatuhkan pemerintah, melainkan untuk menjaga agar kebijakan tetap berada dalam koridor konstitusi,’ ucapnya.
Ganjar juga menyatakan bahwa dinamika politik ke depan akan terjawab seiring berjalannya waktu. Dia menegaskan, ‘Yang pasti, sikap politik PDI Perjuangan tidak ditentukan oleh rayuan kekuasaan atau jabatan, melainkan oleh kepentingan rakyat.’
Terpisah, Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menambahkan bahwa pandangan PDIP sejalan dengan pemerintah. Ia juga menyebut bahwa Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri memiliki cita-cita sama dengan Prabowo untuk memberantas korupsi.[]
Sumber: detikNews






Komentar