probisnis.id – José Luis Rodríguez Zapatero, mantan presiden Spanyol, meminta informasi terkait chat yang memicu ‘kasus Plus Ultra’. Permintaan ini disampaikan kepada hakim Calama untuk membatalkan bukti tersebut.
Jurnalis Carlos Cué membahas strategi hukum Zapatero dalam program Hora 25. Ia mengungkapkan keraguan tentang keabsahan bukti yang diperoleh dari negara lain.
Cué menekankan bahwa bukti tersebut tidak akan dapat digunakan untuk menghukum di Spanyol. Ia menyatakan, “Sangat sulit untuk menjelaskan bahwa bukti yang tidak valid di Spanyol bisa diterima karena diperoleh di luar negeri.”
Menurutnya, bukti tersebut tidak dapat diterima secara logis. Cué menambahkan bahwa hak fundamental warga negara, seperti privasi, tidak boleh dilanggar.
Dia juga mengingatkan bahwa ada kasus di Spanyol di mana orang terbebas dari hukuman karena bukti tidak diperoleh secara sah. “Bahkan dalam kasus korupsi, ada yang dibebaskan karena percakapan yang digunakan tidak diambil secara sah,” katanya.
Cué menegaskan bahwa banyak orang telah terbebas dari skandal besar melalui alasan serupa. Meskipun demikian, ia berpendapat bahwa Zapatero seharusnya memberi penjelasan kepada publik.
“Semua ini penting untuk menyelesaikan masalah hukum, tetapi Zapatero juga harus memberikan penjelasan publik,” tuturnya. Cué menekankan perlunya klarifikasi untuk mengatasi persepsi publik yang berkembang akibat informasi yang disebarkan oleh UDEF.[]
Sumber: Cadena SER






Komentar