Politik

Carlos Cué: Bukti dari Luar Negeri Tak Bisa Digunakan di Spanyol

Carlos Cué: Bukti dari Luar Negeri Tak Bisa Digunakan di Spanyol
Carlos Cué berbicara mengenai kasus José Luis Rodríguez Zapatero di program Hora 25 [Cadena SER]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – José Luis Rodríguez Zapatero, mantan presiden Spanyol, meminta informasi terkait chat yang memicu ‘kasus Plus Ultra’. Permintaan ini disampaikan kepada hakim Calama untuk membatalkan bukti tersebut.

Jurnalis Carlos Cué membahas strategi hukum Zapatero dalam program Hora 25. Ia mengungkapkan keraguan tentang keabsahan bukti yang diperoleh dari negara lain.

Cué menekankan bahwa bukti tersebut tidak akan dapat digunakan untuk menghukum di Spanyol. Ia menyatakan, “Sangat sulit untuk menjelaskan bahwa bukti yang tidak valid di Spanyol bisa diterima karena diperoleh di luar negeri.”

Menurutnya, bukti tersebut tidak dapat diterima secara logis. Cué menambahkan bahwa hak fundamental warga negara, seperti privasi, tidak boleh dilanggar.

Dia juga mengingatkan bahwa ada kasus di Spanyol di mana orang terbebas dari hukuman karena bukti tidak diperoleh secara sah. “Bahkan dalam kasus korupsi, ada yang dibebaskan karena percakapan yang digunakan tidak diambil secara sah,” katanya.

Cué menegaskan bahwa banyak orang telah terbebas dari skandal besar melalui alasan serupa. Meskipun demikian, ia berpendapat bahwa Zapatero seharusnya memberi penjelasan kepada publik.

“Semua ini penting untuk menyelesaikan masalah hukum, tetapi Zapatero juga harus memberikan penjelasan publik,” tuturnya. Cué menekankan perlunya klarifikasi untuk mengatasi persepsi publik yang berkembang akibat informasi yang disebarkan oleh UDEF.[]

Sumber: Cadena SER

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.