probisnis.id – Andres Escobar, bek tim nasional Kolombia, tewas ditembak oleh orang tak dikenal setelah negaranya tersingkir dari Piala Dunia 1994. Peristiwa tragis ini terjadi pada 8 Juli 1994, setelah Kolombia kalah dari Rumania dan Amerika Serikat. Escobar mencetak gol bunuh diri dalam pertandingan melawan AS yang menjadi salah satu penyebab kekalahan Kolombia.
Setelah pertandingan, Escobar merasa sangat terpukul. Menurut kakaknya, Santiago Escobar, adiknya khawatir kariernya terancam karena insiden tersebut. Saat itu, Escobar sedang diincar oleh klub besar Italia, AC Milan.
Empat hari setelah kembali ke Kolombia, Escobar menghabiskan malam di klub malam di Medellin bersama teman-temannya. Saat hendak pulang, sekelompok pria menghampirinya dan mengejek tentang gol bunuh dirinya. Meskipun sempat terjadi adu mulut, Escobar berhasil masuk ke mobilnya.
Namun, saat berada di dalam mobil, terdengar enam letusan senjata. Escobar ditembak dari jarak dekat oleh penyerang. Saksi mata melaporkan bahwa pelaku berteriak “Gol!” setiap kali melepaskan tembakan, sebagai ejekan atas gol bunuh diri yang dicetak Escobar.
Penyelidikan mengungkapkan bahwa penembakan tersebut dilakukan oleh Humberto Munoz Castro, yang merupakan pengawal pribadi kartel narkoba. Munoz telah mengaku sebagai pelaku dan dijatuhi hukuman. Kasus ini menjadi sorotan dan menimbulkan perdebatan mengenai kekerasan di dunia sepak bola.[]
Sumber: CNBC Indonesia






Komentar