probisnis.id – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sedang mempersiapkan Bandara Internasional Dhoho sebagai embarkasi haji pada tahun 2027. Persiapan ini melibatkan koordinasi lintas sektor bersama pemangku kepentingan. Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, menjelaskan rencana ini bertujuan agar bandara bisa melayani jamaah umrah pada November 2026.
Dalam rapat koordinasi, pihaknya membahas pemanfaatan Bandara Dhoho untuk pemberangkatan calon haji tahun 2027. Rapat tersebut melibatkan Direktorat Jenderal Bina Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri, Pemkab Kediri, Surya Dhoho Investama, serta pihak maskapai.
Solikin menyatakan pembentukan satuan tugas (satgas) juga menjadi agenda penting dalam rapat tersebut. Satgas ini akan melibatkan semua pihak terkait untuk memastikan pemberangkatan jamaah umrah berjalan lancar. Ia menambahkan, travel juga akan dilibatkan untuk mendukung kelancaran proses tersebut.
Pemkab Kediri memberikan dukungan nyata dengan menyerahkan lahan seluas 59.307 meter persegi di Desa Kalipang kepada Kementerian Haji dan Umrah. Lahan ini akan digunakan untuk pembangunan hotel haji. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, juga telah melakukan pengecekan lokasi untuk pembangunan tersebut.
Selain itu, Pemkab Kediri menjamin dukungan terhadap aksesibilitas menuju Bandara Dhoho. Mereka mengawal proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol yang akan meningkatkan konektivitas ke bandara. Solikin menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan layanan dalam koordinasi dengan berbagai pihak.
Bupati Hanindhito berharap rencana menjadikan Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji dapat terlaksana. Ia percaya bahwa keberadaan embarkasi haji dan layanan umrah dari bandara ini dapat membuka peluang bagi produk lokal Kabupaten Kediri.[]
Sumber: Antara News jatim






Komentar