probisnis.id – Lai Ka-ying, astronot pertama Hong Kong, bersama rekan-rekannya dalam misi luar angkasa Shenzhou XXIII, baru-baru ini melakukan berbagai eksperimen. Eksperimen ini dilakukan untuk memahami dampak hidup di luar angkasa terhadap tubuh manusia. Video yang dirilis oleh China Manned Space Agency (CMSA) pada hari Minggu menunjukkan aktivitas mereka di Stasiun Luar Angkasa Tiangong.
Minggu lalu, Lai dan astronot lainnya, Kolonel Zhu Yangzhu, komandan misi dan insinyur penerbangan luar angkasa, serta Kolonel Zhang Zhiyuan, pilot pesawat luar angkasa, bekerja berpasangan untuk melaksanakan eksperimen. Mereka melakukan pengukuran tekanan plantar, uji biomekanik anggota tubuh bagian bawah, dan pengukuran karakteristik otot dan tendon.
Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk mempelajari tekanan pada otot dan tulang selama latihan di luar angkasa. Video tersebut menyebutkan bahwa mereka mengumpulkan data tekanan plantar, data kinematik sendi, gambar gerakan, serta parameter otot terkait di bawah berbagai kondisi beban selama penerbangan.
Eksperimen ini mencakup aktivitas seperti berlari dan latihan ketahanan. Hal ini dilakukan untuk memetakan hubungan antara parameter keadaan gerakan yang berbeda dan tekanan plantar, serta perubahan interaksi otot dan tendon. Selain itu, kru juga melakukan eksperimen neuroergonomika multitasking menggunakan perangkat pencitraan fungsi otak inframerah dekat.
Data dari eksperimen ini akan dianalisis oleh peneliti di bumi untuk memahami perubahan kontrol kognitif saat berada di luar angkasa. Tugas ilmiah fisik juga menjadi bagian dari tanggung jawab mereka di Stasiun Luar Angkasa Tiangong.
Kegiatan ini termasuk mengganti pembakar modul eksperimen gas di kabinet eksperimen pembakaran dan menukar bahan sampel di dalam kabinet eksperimen fisika fluida. Mereka juga membersihkan lensa jendela observasi.
Kru juga melakukan pemeriksaan rutin dan pemeliharaan peralatan dukungan hidup regeneratif, termasuk perangkat untuk irigasi mata dan infus intravena. Mereka juga menguji instrumen pengukuran massa yang baru ditingkatkan, yang pertama kali digunakan di stasiun luar angkasa.
Selama misi luar angkasa ini, ketiga astronot melakukan latihan rutin untuk melawan efek fisiologis dari kondisi tanpa bobot. Misi Shenzhou XXIII, yang diluncurkan ke luar angkasa pada 24 Mei, bertugas mengoperasikan dan memelihara Stasiun Luar Angkasa Tiangong sambil melakukan eksperimen ilmiah.[]
Sumber: chinadailyhk






Komentar