probisnis.id – Amerika Serikat (AS) mengumumkan kebijakan baru untuk menyerang kapal tanker Iran. Kebijakan ini sebagai pembalasan atas serangan Teheran yang mengancam kapal-kapal perangnya di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa serangan ini akan berlanjut selama Iran menyerang kapal militer AS.
Rubio menyatakan, “Iran terus berupaya menyerang kapal-kapal Angkatan Laut AS, dan setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukan hal tersebut, mereka akan kehilangan kapal tanker.” Pernyataan ini disampaikan Rubio di Kolombia.
Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya mengumumkan bahwa pasukan AS telah menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran. Serangan itu dilakukan pada Selasa (8/9) waktu setempat, dan CENTCOM merilis rekaman video yang menunjukkan kapal-kapal itu terbakar sebelum tenggelam.
Serangan ini merupakan respons terhadap tindakan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang menargetkan kapal perang Angkatan Laut AS. CENTCOM menyebut serangan tersebut berhasil dihindari tanpa luka pada personel militer AS.
“Kapal perang AS tersebut berhasil menghindari serangan Iran dan terus berpatroli di perairan kawasan,” kata CENTCOM. Mereka menegaskan tidak ada personel Amerika yang terluka akibat serangan tersebut.
Di sisi lain, IRGC mengumumkan bahwa mereka telah menyerang pangkalan militer Al-Azraq di Yordania. Serangan ini menggunakan sejumlah rudal sebagai balasan atas serangan terbaru AS.
IRGC mengklaim telah menembaki sedikitnya 10 kapal di dekat Selat Hormuz. Kapal-kapal yang diserang terdiri dari dua kapal militer AS dan delapan kapal tanker yang melintasi rute pelayaran yang ditetapkan.[]
Sumber: detikNews






Komentar