probisnis.id — Menjaga kawasan konservasi laut tidak hanya bergantung pada aparat pemerintah. Di Sabang, masyarakat melalui lembaga adat laut ikut mengambil peran dalam mengawasi kawasan pesisir dan ekosistem terumbu karang. Upaya itu kini diperkuat melalui koordinasi dengan TNI.
Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Iboih yang dipimpin Panglima Laot Lhok Iboih bersilaturahmi dengan jajaran Yonif 117/KY Balik Gunung, Jumat, 2 Oktober 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di wilayah Desa Iboih, Sabang, dan diterima Komandan Kompi Yonif 117/KY Balik Gunung, Kapten Inf Anggoro S.
Pertemuan itu membahas penguatan koordinasi dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, keamanan kawasan wisata, serta ketertiban di wilayah hukum adat Laot Lhok Iboih.
Kapten Inf Anggoro mengatakan keberadaan Pokmaswas memiliki peran penting karena masyarakat terlibat langsung dalam pengawasan kawasan konservasi. Menurut dia, pengamanan lingkungan perlu berjalan bersama dengan upaya menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat serta wisatawan.
“Selain fungsi sebagai masyarakat pengawas, terutama dalam menjaga area konservasi di wilayah hukum adat Laot Iboih, Pokmaswas juga merupakan salah satu garda terdepan dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Anggoro.
Ia mengatakan Yonif 117/KY Balik Gunung siap mendukung kegiatan masyarakat pengawas dalam konteks keamanan. Dukungan itu, kata dia, diharapkan dapat membantu menciptakan kondisi yang aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan pariwisata dan adat.
“Pihak Kompi Yonif 117/KY Balik Gunung siap mem-backup kegiatan-kegiatan tersebut dalam konteks keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, baik dalam menjalankan aktivitas pariwisata maupun kegiatan adat lainnya,” ujarnya.
Menjaga Laut dan Terumbu Karang
Panglima Laot Lhok Iboih, Lukman Hakim Daoed, 48 tahun, dalam pertemuan tersebut meminta anggota Pokmaswas memperkuat kekompakan. Menurut dia, tugas pengawasan kawasan laut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir.
“Kami mengimbau kepada seluruh anggota Pokmaswas agar selalu menjaga kekompakan dan solidaritas kebersamaan, karena pada dasarnya fungsi dan tugas Pokmaswas bersifat sosial kemasyarakatan,” kata Lukman.
Ia mengatakan Pokmaswas berada di bawah lembaga Panglima Laot dan memiliki tugas menjaga serta melestarikan ekosistem laut dan terumbu karang di pesisir Desa Iboih.
Peran tersebut menjadi penting karena kawasan pesisir Iboih merupakan salah satu kawasan wisata bahari yang menjadi tujuan wisata di Sabang. Aktivitas pariwisata yang berkembang di kawasan tersebut berjalan berdampingan dengan kebutuhan untuk menjaga ekosistem laut.
Wilayah yang menjadi fokus pengawasan Pokmaswas Iboih mencakup kawasan Taman Wisata Alam (TWA) pesisir Desa Iboih. Area pengawasan itu membentang dari Batu 2 Gapang, Pulau Rubiah, Pulau Seulako hingga Ujong Seurawan.
Pengawasan masyarakat di kawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perlindungan ekosistem laut, tetapi juga menjaga agar aktivitas masyarakat dan wisata dapat berlangsung tertib.
Sinergi antara Pokmaswas sebagai bagian dari masyarakat adat laut dan TNI diharapkan memperkuat pengawasan di lapangan. Dengan koordinasi tersebut, kawasan konservasi di Iboih diharapkan tetap terjaga, sementara aktivitas masyarakat, adat, dan pariwisata dapat berlangsung dalam kondisi aman dan nyaman.
Bagi Sabang, menjaga kawasan laut berarti menjaga pula salah satu aset utama pariwisata daerah. Kelestarian terumbu karang dan ekosistem pesisir menjadi bagian penting dari keberlanjutan aktivitas wisata bahari di kawasan tersebut. [Mat]






Komentar