probisnis.id – Gunungapi Anak Krakatau di Selat Sunda menunjukkan penurunan aktivitas. Badan Geologi menurunkan statusnya dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) sejak 21 September 2026 pukul 18.30 WIB. Penurunan ini berdasarkan analisis dan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas gunungapi tersebut.
Badan Geologi mencatat bahwa aktivitas kegempaan mengalami penurunan hingga 20 September 2026. Data deformasi juga menunjukkan penurunan atau deflasi. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Mahdiar menyatakan, masyarakat harus mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan lembaga terkait. “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” katanya pada Rabu (23/9/26).
BPBD Kota Tangerang juga menyarankan masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Namun, mereka tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan BPBD setempat.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak mempercayai isu yang menyebutkan bahwa erupsi Gunungapi Anak Krakatau dapat menyebabkan tsunami. Meski status telah turun, Badan Geologi tetap memberikan sejumlah rekomendasi penting.
Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau. Mahdiar menekankan pentingnya memantau informasi terkait aktivitas gunungapi melalui kanal resmi.
BPBD Kota Tangerang akan terus memantau perkembangan informasi mengenai aktivitas Gunungapi Anak Krakatau. Masyarakat diimbau untuk segera mencari informasi resmi jika menerima kabar mengenai perubahan aktivitas gunungapi.
Informasi dan rekomendasi mengenai Gunungapi Anak Krakatau dapat dipantau melalui aplikasi atau website Magma Indonesia serta kanal resmi Badan Geologi. Tingkat aktivitas gunungapi akan dievaluasi secara berkala atau jika terjadi perubahan signifikan.[]
Sumber: Pemerintah Kota Tangerang






Komentar