probisnis.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan dua saham baru yang dikuasai oleh segelintir pihak. Saham tersebut adalah PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR). Pengumuman ini disampaikan pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Saham ALKA tercatat dimiliki oleh sejumlah pihak dengan total kepemilikan 98,21% dari total saham. Sementara itu, saham AGAR dimiliki oleh sejumlah pihak sebesar 99,32% dari total saham. Keduanya dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.
Meskipun kedua emiten tersebut memiliki tingkat kepemilikan terkonsentrasi tinggi, BEI memastikan bahwa ini bukan pelanggaran perundang-undangan. Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Yulianto Aji Sadono, menyatakan bahwa pengumuman ini tidak menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
Dalam laporan tersebut, BEI juga mencantumkan daftar 53 emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi. Beberapa di antaranya termasuk PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Daftar lengkap ini menunjukkan beragam perusahaan dengan tingkat kepemilikan yang serupa.
Adapun daftar emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi adalah sebagai berikut: PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), dan beberapa lainnya. Daftar lengkap mencakup total 53 emiten.
BEI mencatat bahwa pengumuman mengenai kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi ini tidak berimplikasi langsung terhadap kebijakan atau status dari emiten-emiten tersebut. Hal ini memberi sinyal pada investor bahwa pengawasan tetap dilakukan terhadap kepemilikan saham dalam pasar modal.[]
Sumber: detikFinance – Berita Ekonomi Bisnis, dan Investasi Hari Ini






Komentar