probisnis.id ā Wakil Politik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigjen Yadollah Javani, menegaskan pentingnya pertanggungjawaban bagi pihak yang bertanggung jawab atas kematian Pemimpin Revolusi. Ia menyatakan bahwa para pelaku tidak akan mendapatkan ketenangan hidup. Tuntutan hukuman akan terus diperjuangkan oleh Poros Perlawanan dan para pejuang kemerdekaan di seluruh dunia.
Dalam wawancara yang diterbitkan Sepah News pada 21 Juli 2026, Javani menganggap pesan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam saat pemakaman āSyahid Iranā sebagai dokumen strategis. Pesan ini menggarisbawahi keterkaitan Revolusi Islam dengan semangat Asyura dan tanggung jawab umat Islam untuk meneruskan perjuangan.
Ia menyoroti bahwa pembukaan pesan dengan salam kepada Imam Husain a.s. menegaskan kesinambungan sejarah perjuangan Karbala. Pesan tersebut juga mengapresiasi partisipasi masyarakat Iran dan Irak dalam prosesi pemakaman. Selain itu, ada peneguhan komitmen untuk melanjutkan jalan sang pemimpin.
Javani mengklaim bahwa para pelaku kejahatan akan menerima balasan atas perbuatan mereka. Ia menuduh Amerika Serikat dan rezim Zionis, terutama Presiden AS Donald Trump, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ākejahatan besarā. Menurutnya, tindakan tersebut melanggar hukum internasional karena menargetkan seorang pemimpin dengan kedudukan tinggi.
Ia menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan terorisme yang melanggar seluruh aturan dan hukum internasional. Javani menyatakan penuntutan darah, qisas, dan pembalasan merupakan hak yang berlandaskan prinsip keadilan. Tuntutan ini bukan hanya hak bangsa Iran, tetapi juga umat Islam dan pejuang kemerdekaan lainnya.[]
Sumber: Ahlulbait Indonesia






Komentar