probisnis.id – Argentina, juara bertahan, akan menghadapi Inggris di semi-final Piala Dunia. Lionel Messi menjadi ancaman utama bagi Inggris. Namun, kelemahan Argentina terletak di lini tengah dan lebar permainan mereka.
Switzerland berhasil menutup ruang bagi Messi di perempat final. Mereka menghalangi Messi untuk memberikan umpan berbahaya. Messi hanya dapat memberi assist pada gol Alexis Mac Allister dalam pertandingan tersebut.
Strategi “Stop Messi” sering kali terdengar efektif. Namun, banyak tim kesulitan melaksanakannya. Inggris mungkin mendapatkan inspirasi dari cara Switzerland membatasi pergerakan Messi.
Manajer Argentina, Lionel Scaloni, mengakui masalah di sisi kanan timnya. Dan Ndoye dari Nottingham Forest menghabiskan waktu 86 menit merepotkan pertahanan Argentina. Nahuel Molina tidak mampu mengatasi kecepatan Ndoye yang berhasil menyamakan kedudukan.
Scaloni mengganti Molina sebelum extra time. Ia mengungkapkan bahwa Molina sebenarnya diragukan tampil karena cedera menjelang turnamen. Gonzalo Montiel, sebagai pengganti, juga dalam kondisi serupa.
Anthony Gordon dan Marcus Rashford bisa memanfaatkan kelemahan ini. Selain itu, Rodrigo De Paul yang kurang bugar memperparah situasi Argentina di lini tengah. Argentina kurang memiliki lebar di lini tengah mereka.
Meski memiliki potensi, lini tengah Argentina juga memiliki kekurangan. Mereka bisa mendominasi permainan, tetapi terkadang kesulitan saat harus mempercepat tempo. Ketika memimpin, mereka tampak memperlambat permainan saat melawan Switzerland.
Argentina perlu memperbaiki kelemahan ini agar tidak memberikan keuntungan bagi Inggris. Pertandingan ini menjanjikan tantangan menarik bagi kedua tim.[]
Sumber: The Guardian






Komentar