probisnis.id – Mark van Bommel kini memegang kendali pelatihan Timnas Belgia setelah pemilihan pelatih baru. Keputusan ini menunjukkan bahwa Federasi Sepak Bola Belgia (KBVB) kembali memilih pelatih asing. Hein Vanhaezebrouck, yang sering disebut-sebut untuk posisi ini, merasa bahwa pintu untuknya kembali tertutup.
Sejak eliminasi Belgia di Euro 2016, KBVB selalu memilih pelatih dari luar negeri. Roberto Martinez menjadi pilihan pertama setelah Marc Wilmots, dan ia menjabat selama sekitar enam tahun. Setelah hasil buruk di Piala Dunia 2022, Domenico Tedesco menggantikan Martinez, diikuti oleh Rudi Garcia. Kini, Mark van Bommel mengambil alih tanggung jawab tersebut.
Keputusan ini diambil juga karena banyak pelatih Belgia yang sedang terikat kontrak dengan klub. Hal ini membuat KBVB kesulitan untuk merekrut pelatih lokal tanpa membayar kompensasi besar. Meski demikian, Vanhaezebrouck adalah salah satu pelatih Belgia yang tidak terikat kontrak dan sangat dikenal.
Hubungan antara Vanhaezebrouck dan Vincent Mannaert, CEO KBVB, juga menjadi sorotan. Hans Vandeweghe dalam kolomnya menyatakan bahwa Mannaert memiliki ketidaksukaan terhadap Vanhaezebrouck. Vandeweghe menyebutkan bahwa rivalitas dan hubungan pribadi di dunia sepak bola Belgia seringkali saling terkait.
Vanhaezebrouck sebelumnya berhasil mengalahkan tim Mannaert, Club Brugge, saat melatih Kortrijk dan KAA Gent. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan di antara mereka telah berlangsung lama dan mungkin berpengaruh pada keputusan pemilihan pelatih baru.[]
Sumber: VoetbalFocus






Komentar