probisnis.id – Setelah lima tahun absen, Conor McGregor kembali ke octagon. Ia akan bertarung di Las Vegas pada malam hari Sabtu ini di T-Mobile Arena. Kembalinya McGregor mencerminkan minat UFC terhadap bintang yang jatuh tersebut.
McGregor kini berusia 37 tahun dan perannya sebagai atlet jenius serta seniman pertunjukan sudah sulit dibedakan. Ia mengalami kekalahan keempat dalam tujuh pertarungan terakhirnya melawan Dustin Poirier lima tahun lalu.
Kembali bertarung setelah mengalami patah kaki yang parah pada 2021, McGregor akan menghadapi Max Holloway dalam pertandingan rematch yang telah lama dibicarakan. Kembalinya ini lebih berfokus pada keuntungan finansial dibandingkan memperbaiki reputasinya.
“Saya tidak di sini untuk memenangkan kembali siapa pun,” kata McGregor. Ia menegaskan, “Saya adalah siapa yang saya katakan saya.” Di sisi lain, banyak orang di Irlandia melihat McGregor sebagai masalah.
Selama ketidakaktifannya, McGregor dilanda berbagai tuduhan, termasuk kasus pemerkosaan terhadap Nikita Hand yang terjadi pada 2018. Tuduhan ini mengakibatkan reputasinya semakin menurun.
Pernyataan politik yang keras dan dukungan dari tokoh-tokoh kanan jauh, seperti Tucker Carlson dan Elon Musk, juga menjauhkan publik Irlandia dari dirinya. McGregor pernah mengunjungi Gedung Putih pada Hari St. Patrick di 2025.
Karena penampilannya, juru bicara Trump, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Gedung Putih tidak bisa memikirkan tamu yang lebih baik. Namun, pemerintah Irlandia mengutuk komentar McGregor tentang imigrasi yang disampaikan di podium ruangan pers Gedung Putih.[]
Sumber: The Guardian






Komentar