probisnis.id – Investor saat ini beralih ke saham defensif dan fokus pada penerbitan Patriot Bonds di tengah tekanan pada IHSG. Rotasi ini muncul setelah pelemahan bursa Wall Street pada Jumat (26/6) yang dipicu oleh alih investasi ke sektor defensif.
IHSG diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada pekan ini. Analis Phintraco Sekuritas menyebut rotasi investor global dari sektor teknologi ke saham defensif sangat berpengaruh.
Saham produsen chip juga mengalami koreksi setelah laporan bahwa OpenAI mempertimbangkan menunda IPO hingga 2027. Hal ini berpotensi memperlambat investasi infrastruktur AI.
Investor juga mencermati rencana penerbitan Patriot Bonds dan Merah Putih Bonds. Penerbitan surat utang ini merupakan upaya pemerintah untuk menarik investasi.
Namun, ada kekhawatiran terkait unsur imunitas bagi pembeli surat utang tersebut. Selain itu, perkembangan konflik Iran dan Amerika Serikat juga menjadi perhatian investor.
Data ekonomi seperti S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan, dan inflasi juga turut menjadi fokus pelaku pasar. Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan menguji area 5.700-5.800 pada pekan ini.
Riset dari CGS International Sekuritas Indonesia mencatat bahwa pelemahan Wall Street serta aksi jual investor asing menjadi sentimen negatif bagi pasar domestik. Namun, kenaikan harga komoditas seperti emas, timah, tembaga, dan batu bara memberi potensi katalis positif.
IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. Kisaran support diperkirakan di 5.745/5.595 dan resistance di 6.050/6.200.[]
Sumber: IDNFinancials.com






Komentar