PROBISNIS | Ajang Banda Aceh City Expo 2026 membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selama tiga hari pelaksanaan di kawasan , para pelaku usaha mencatat lonjakan omzet signifikan, bahkan hingga berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa.
Salah satu pelaku UMKM, Raudhatul Rizki Adika, pemilik usaha kuliner Lumpia Loomer, mengaku penjualannya meningkat drastis sejak mengikuti event tersebut. Lapak miliknya nyaris tak pernah sepi dari pengunjung yang ingin mencicipi menu andalannya.
“Alhamdulillah, selama tiga hari City Expo omzet kami melonjak tajam. Biasanya hanya terjual sekitar 25 porsi per hari, tapi saat event bisa mencapai 300 porsi per hari, terutama untuk varian best seller Lumpia Beef Patty,” ujarnya.
Perempuan muda yang merintis usaha bersama rekannya sejak 2022 itu juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kota Banda Aceh yang menyediakan booth dan tenda secara gratis bagi peserta. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat membantu pelaku usaha dalam menekan biaya operasional.
“Dengan adanya booth gratis, kami bisa lebih hemat dan mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain. Harga jual juga tetap bisa kami sesuaikan meski harga bahan baku sedang naik,” katanya.
Tak hanya berdampak pada peningkatan omzet, keikutsertaan dalam expo berskala nasional ini juga memperluas jangkauan pasar. Produk Lumpia Loomer kini semakin dikenal, tidak hanya di Banda Aceh, tetapi juga mulai menarik perhatian konsumen dari luar daerah.
“Sekarang pesanan makin banyak, termasuk dari luar kota. Ini peluang besar bagi kami untuk terus berkembang,” tambahnya.
Mewakili pelaku UMKM lainnya, ia berharap Pemerintah Kota Banda Aceh dapat terus menghadirkan event serupa secara rutin. Selain menjadi sarana promosi, kegiatan tersebut dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung.
“Kami berharap kegiatan seperti Banda Aceh Experience bisa lebih sering digelar. Dampaknya sangat terasa bagi kami para pelaku usaha,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah, tidak hanya dalam bentuk fasilitas, tetapi juga pendampingan usaha.
“Yang paling penting, kami terus diberikan kemudahan serta pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, sekaligus memperluas promosi dan pemasaran, baik secara online maupun offline,” pungkasnya. (*)






Komentar