BANDA ACEH – Upaya pemulihan pendidikan pascabencana terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak di Aceh. Di Desa Kekuyang, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, sebanyak 75 anak mengikuti kegiatan dukungan psikososial guna memulihkan semangat belajar mereka, Senin, 26 Januari 2026.
Program bertajuk Psychosocial Support Activity (PSA) atau trauma healing tersebut dilaksanakan oleh Save the Children Indonesia sebagai bagian dari respons kemanusiaan di sektor pendidikan. Anak-anak terlibat dalam berbagai aktivitas seperti bernyanyi, bermain, dan berbagi cerita untuk membantu memulihkan rasa percaya diri serta mengurangi dampak psikologis akibat bencana.
Saat ini, proses belajar mengajar di wilayah tersebut masih berlangsung terbatas, yakni tiga hari dalam sepekan. Dalam kegiatan itu, sejumlah anak menyampaikan harapan agar dapat kembali mengikuti pembelajaran secara normal seperti sediakala.
Laporan pelaksanaan kegiatan tersebut telah disampaikan kepada Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, pada Sabtu (24/1/2026). Selain di Aceh Tengah, Save the Children menyatakan komitmennya untuk terus menjangkau sekolah dan desa terisolir di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Murthalamuddin mengapresiasi langkah cepat berbagai pihak yang terlibat dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah kondisi darurat. Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan sarana fisik, tetapi juga pemulihan psikologis peserta didik.
“Pendidikan di masa pemulihan harus mampu menghadirkan rasa aman dan semangat baru bagi anak-anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemulihan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat agar hak anak untuk belajar tetap terpenuhi.
Melalui kegiatan sederhana namun bermakna di Desa Kekuyang, harapan itu perlahan kembali tumbuh. Anak-anak mulai bangkit, membangun kembali kepercayaan diri, dan menatap masa depan dengan optimisme baru. [adv].

