Lingkungan

10 Daerah di Jatim Rawan Banjir Saat Musim Hujan Mundur

10 Daerah di Jatim Rawan Banjir Saat Musim Hujan Mundur
Wilayah yang sering terkena banjir di Jawa Timur, terutama saat musim hujan [detikcom]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Musim hujan di Jawa Timur untuk periode 2026/2027 diprediksi datang lebih lambat. Meskipun demikian, ancaman banjir tetap harus diwaspadai. Terutama di daerah yang memiliki riwayat luapan sungai dan genangan permukiman.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), ada sepuluh kabupaten di Jawa Timur dengan kejadian banjir terbanyak. Kabupaten Bojonegoro menempati urutan pertama, diikuti Tuban dan Pasuruan.

Riwayat banjir di kabupaten-kabupaten ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk curah hujan tinggi dan infrastruktur pengendali air yang kurang memadai. Berikut adalah rincian kejadian banjir di sepuluh kabupaten tersebut.

Di Bojonegoro, banjir sering terjadi akibat luapan Sungai Bengawan Solo dan anak-anak sungainya. Menurut BPBD Bojonegoro, pada tahun 2025, terjadi 55 kejadian banjir luapan sungai, 12 banjir genangan, dan enam banjir bandang. Hal ini berdampak negatif pada aktivitas warga dan infrastruktur.

Selain Bojonegoro, Kabupaten Tuban juga berpotensi tinggi mengalami banjir. Kenaikan curah hujan di kawasan hulu seperti Grabagan sering memicu banjir bandang. Untuk mengurangi risiko, pemerintah daerah melakukan pengerukan sedimentasi dan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Pasuruan juga memiliki catatan banjir yang signifikan. Luapan Sungai Welang dan Sungai Dermo pernah menggenangi permukiman di beberapa kecamatan. Pada 17 Februari 2025, luapan Sungai Welang mengakibatkan 867 kepala keluarga terkena dampak. Beberapa hari setelahnya, luapan Sungai Dermo menggenangi 16 desa di enam kecamatan.

Selanjutnya, Kabupaten Lamongan mengalami peningkatan debit air dari Sungai Bengawan Solo dan sejumlah anak sungainya. Kejadian banjir di Lamongan sering mengganggu aktivitas masyarakat dan infrastruktur.

Gresik juga tercatat rawan banjir, dengan sejumlah titik yang sering tergenang air. Pemerintah setempat terus berupaya memperbaiki saluran air untuk mencegah banjir lebih lanjut.

Ponorogo termasuk dalam daftar ini karena memiliki riwayat banjir yang cukup tinggi. Curah hujan yang ekstrem di wilayah tersebut menjadi salah satu penyebabnya.

Sidoarjo seringkali terancam banjir akibat luapan sungai dan genangan air hujan. Jombang juga tak luput dari ancaman serupa, terutama di wilayah yang dekat dengan sungai.

Kabupaten Mojokerto dan Ngawi juga termasuk dalam kategori daerah rawan banjir. Kedua kabupaten ini mengalami masalah yang sama akibat curah hujan yang tinggi pada musim hujan.

Pemerintah daerah di seluruh kabupaten tersebut diharapkan lebih siaga dan proaktif dalam menghadapi potensi banjir. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan lingkungan sekitar.[]

Sumber: detikcom

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.