probisnis.id – Veda Ega Pratama mengalami banyak pelajaran berharga di paruh pertama Moto3 2026. Dia terkejut bisa bersaing di rombongan depan dalam debutnya. Dalam lima seri awal, Veda selalu finis di posisi lima besar, termasuk dua podium ketiga.
Namun, setiap balapan tidak selalu berjalan mulus. Dia mengalami dua kali terjatuh di Amerika dan Belanda. Meskipun di kedua trek tersebut, Veda merasa sensasi berkendara yang sangat bagus.
Sanksi long lap di Hongaria menjadi pelajaran penting untuk Veda. Kesalahan dalam satu sesi bisa merusak potensi di balapan. Veda mengungkapkan, ekspektasinya tidak tinggi di awal musim, namun sejak Thailand, kepercayaan dirinya meningkat.
“Oh, berarti memang saya bisa nih, bisa langsung untuk fight terus di papan atas,” kata Veda. Dia menyadari, paruh pertama musim ini memiliki banyak naik-turun. Terkadang, dia bisa bertarung dengan baik, namun juga mengalami kesulitan.
“Di paruh musim pertama ini, jujur saya mendapat pengalaman banyak,” ujarnya. Pengalaman seperti hasil bagus dan jatuh dalam balapan membuatnya lebih siap. Veda berkomitmen untuk memperbaiki performa di paruh musim kedua.
Saat ini, Veda menduduki posisi keenam klasemen dengan 90 poin. Dia konsisten bersaing di rombongan depan dalam 11 seri yang telah berlangsung. Musim debutnya dimulai dengan finis di posisi kelima di Thailand dan podium ketiga di Brasil.
Veda menunjukkan kemampuan bersaing di depan dalam seri ketiga di Amerika, meskipun terjatuh. Dia kembali solid di Jerez dengan finis di posisi kelima.
Dalam balapan basah di Le Mans, Veda juga finis di posisi ketiga setelah penalti Adrian Fernandez. Veda berharap bisa memanfaatkan pengalaman yang didapat untuk memperbaiki performa di paruh kedua musim ini.[]
Sumber: Kompas.id






Komentar