probisnis.id – Prancis dan Inggris akan saling berhadapan di pertandingan ketiga Piala Dunia 2026, yang dikenal sebagai Bronze Final. Pertandingan ini telah menjadi bagian dari setiap Piala Dunia FIFA selama 72 tahun terakhir.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, menyatakan bahwa sebaiknya pertandingan ini tidak ada. Hal senada juga disampaikan oleh manajer Inggris, Thomas Tuchel, setelah kekalahan dari Argentina.
Meski begitu, Tuchel lebih optimis ketika berbicara kepada media tentang peluang meraih medali perunggu. Ia mengatakan, “Jika kami menang, kami akan mencatatkan hasil terbaik dalam 60 tahun di Piala Dunia.” Ini memberikan perspektif yang positif.
Pertandingan ini juga memberikan kesempatan bagi pemain yang kurang bermain untuk tampil. Beberapa pemain muda Inggris, seperti James Trafford dan Kobbie Mainoo, mungkin akan mendapatkan kesempatan di lapangan.
Di sisi lain, Ibrahima Konate, mantan pemain Prancis dan Liverpool, mengungkapkan ketidaksukaannya untuk bermain di pertandingan ini. Ia mengatakan, “Tidak ada dari kami yang ingin memainkan pertandingan ini untuk tempat ketiga.”
Pertandingan ketiga ini diperkenalkan pada tahun 1934 dan menjadi bagian tetap sejak 1954. Inggris telah ikut serta dalam dua pertandingan tersebut sejak 1966, kalah dari Italia pada tahun 1990 dan Belgia pada tahun 2018.
Croatia pada tahun 2022 menerima pertandingan ini meskipun mereka sebelumnya menjadi runner-up pada tahun 2018. Pelatih mereka, Zlatko Dalic, menyatakan bahwa kemenangan itu sangat berarti bagi tim dan negara mereka.
Walaupun ada perdebatan mengenai pentingnya pertandingan ketiga di Piala Dunia, FIFA masih mempertahankan tradisi ini. Pertandingan ini memberikan kesempatan bagi tim dan pemain untuk menunjukkan performa mereka, sekaligus memenuhi harapan para penggemar yang telah membeli tiket.[]
Sumber: BBC






Komentar