BANDA ACEH – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, menekankan pentingnya kepala sekolah dan jajaran pendidikan mengubah pola pikir dalam mengelola aset dan potensi sekolah agar lebih produktif.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri penandatanganan MoU antara PT Global Mandiri USK dengan BLUD SMKN 1, 2, dan 3 Banda Aceh, Selasa (27/1/2026) di Aula SMKN 3 Banda Aceh. Murthalamuddin menegaskan, fasilitas yang disediakan negara—mulai gedung, listrik, hingga peralatan—tidak boleh dibiarkan stagnan. Semua harus dikelola dengan tujuan menghasilkan nilai tambah bagi sekolah.
Ia menyoroti lemahnya mental kewirausahaan di kalangan aparatur pendidikan. “Banyak sekolah memiliki peluang besar untuk berkembang, namun tidak berani membaca pasar dan memanfaatkan potensi secara profesional,” ujarnya.
Murthalamuddin mencontohkan peluang usaha berbasis kompetensi SMK, mulai dari jasa produksi, bengkel, pemanfaatan lahan, hingga pengelolaan limbah organik. “Bukan sekadar jalan, tapi harus menghasilkan keuntungan. Kalau tidak, sama saja seperti lembu makan plastik—masuk, keluar, tidak pernah gemuk,” tegasnya.
Ia juga berbagi pengalaman pribadi, bangkit dari kesulitan ekonomi saat pandemi melalui dunia sales dan kewirausahaan. Dari situ, ia menilai kemampuan membaca peluang, menjual gagasan, dan membangun jejaring menjadi kunci sukses.
“Keberhasilan bukan soal gelar akademik, tapi kecakapan mengelola potensi. Sekolah jangan takut berinovasi; jika tidak mampu, beri ruang bagi yang mau dan mampu,” tambahnya. Murthalamuddin mengajak kepala sekolah membangun mental game uang—cara berpikir realistis dan produktif dalam memanfaatkan sumber daya.
Sementara itu, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Marwan, menegaskan komitmen universitas untuk memperkuat kolaborasi dengan SMK dalam pengelolaan BLUD. “BLUD yang dikelola baik akan langsung berdampak pada peningkatan mutu pendidikan karena hasilnya bisa dikembalikan untuk pengembangan sekolah,” ujarnya.
Acara ini juga dihadiri Dr. Syaifullah Muhammad, Direktur Bisnis dan Dana Lestari USK, serta Rizalsyah, Direktur Utama PT Global Mandiri USK. [adv]

