probisnis.id – Seorang penumpang di pesawat Ryanair hampir terhisap keluar dari jendela saat terbang. Insiden ini terjadi saat pesawat baru terbang sekitar sepuluh menit.
Data pelacakan menunjukkan pesawat mendadak turun 9.000 kaki (2.700 meter) setelah penumpang mendengar suara ‘ledakan’. Seorang pejabat rumah sakit Yunani menyatakan bahwa seorang pria berkebangsaan Serbia berusia 61 tahun dirawat karena luka bakar akibat gesekan.
Istrinya mengklaim telah memegang kakinya selama lima menit untuk mencegahnya terhisap keluar. Ryanair mengonfirmasi penerbangan Jumat pagi dari Thessaloniki, Yunani, ke Memmingen, Jerman, harus kembali setelah jendela penumpang terlepas di udara.
Pesawat tersebut mendarat dengan aman dan penumpang kembali ke terminal. Satu penumpang meminta dan menerima bantuan medis di Thessaloniki. Ryanair menyebutkan pesawat pengganti disiapkan beberapa jam kemudian untuk membawa penumpang ke Memmingen.
Menurut penumpang, pria tersebut tergantung dengan kepala di luar jendela sampai penumpang lain menariknya kembali ke dalam. Mereka yang berada di dalam pesawat juga melaporkan bahwa jendela kemungkinan dihancurkan oleh bagian mesin pesawat, meskipun Ryanair belum memberikan komentar mengenai hal ini.
Christina, seorang penumpang, menceritakan bahwa mereka segera menyadari terjadi dekompresi di kabin, disertai teriakan panik. “Sementara, saya pikir seseorang secara tidak sengaja membuka pintu darurat,” ujarnya kepada Radio Thessaloniki.
Dia menambahkan bahwa masker oksigen jatuh dan muncul bau yang kuat. “Kepala dan bahu seorang penumpang ada di luar jendela. Untungnya dia belum melepas sabuk pengaman,” ujarnya.
Penumpang lain, Sofia, bercerita bahwa mereka tidak tahu apa yang akan terjadi saat masker oksigen turun. “Kami duduk di belakang pesawat dan menyadari bahwa telah terjadi semacam ledakan. Kami pikir pesawat akan jatuh. Dekompresi sangat ekstrem. Rasanya kami tidak bisa bernapas,” kata Sofia.
Dia melanjutkan, “Pria yang terluka berdarah dan kemudian beberapa kali kehilangan kesadaran, kemungkinan besar karena kekurangan oksigen dan syok.” Michalis Giannakos, presiden Federasi Rumah Sakit Publik Panhellenic, kemudian menyatakan bahwa pria berusia 61 tahun itu dirawat di rumah sakit akibat luka bakar gesekan.[]
Sumber: BBC






Komentar