probisnis.id — Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Syiah Kuala (USK) resmi melengkapi jajaran kepemimpinannya untuk periode 2026–2031. Langkah ini menjadi salah satu tahapan penting dalam memperkuat arah pengembangan fakultas yang kini menargetkan peningkatan kualitas pendidikan, tata kelola organisasi, riset, serta jejaring kemitraan hingga tingkat ASEAN.
Peresmian jajaran pimpinan baru dilakukan melalui pelantikan tiga Wakil Dekan oleh Rektor USK pada Kamis, 6 Agustus 2026. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi setelah Dr. drg. Zulfan M. Alibasyah, Sp. Perio dipercaya memimpin FKG USK sebagai dekan untuk lima tahun mendatang.
Ketiga pejabat yang menerima amanah itu adalah Dr. drg. Dewi Saputri, Sp. Perio sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik, Ir. Subhaini, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan, serta drh. Abdillah Imron Nasution, M.Si., Ph.D. sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan.
Dalam arahannya, Rektor USK menekankan bahwa perubahan di lingkungan perguruan tinggi menuntut setiap pimpinan fakultas bekerja dengan ukuran kinerja yang jelas. Karena itu, pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) harus menjadi orientasi utama dalam setiap program yang dijalankan, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, penguatan penelitian, pelayanan kepada mahasiswa, hingga pengelolaan sumber daya dan anggaran yang transparan.
Rektor juga mengingatkan bahwa kualitas sebuah fakultas tidak hanya diukur dari capaian akademiknya, tetapi juga dari kemampuannya membangun tata kelola yang profesional, responsif terhadap kebutuhan mahasiswa, serta mampu menghasilkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Bagi FKG USK, pelantikan ini menjadi titik awal untuk menyatukan langkah seluruh unsur pimpinan dalam menjalankan visi baru fakultas. Dekan FKG USK, Dr. drg. Zulfan M. Alibasyah, Sp. Perio, mengatakan bahwa kolaborasi antarpimpinan menjadi kunci agar berbagai program strategis dapat berjalan lebih cepat dan terarah.
“Melalui kerja sama yang kuat di seluruh bidang, kami ingin menghadirkan perubahan yang nyata sehingga FKG USK mampu berkembang sebagai institusi pendidikan kedokteran gigi yang unggul, inovatif, dan memberikan dampak bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun kawasan ASEAN,” ujarnya.
Menurut Zulfan, masing-masing wakil dekan akan memegang peran strategis sesuai bidangnya. Penguatan mutu akademik diarahkan untuk meningkatkan kualitas lulusan dan pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia difokuskan pada profesionalisme dosen dan tenaga kependidikan yang didukung tata kelola keuangan yang sehat, sedangkan bidang kemahasiswaan akan mendorong peningkatan prestasi mahasiswa, penguatan jaringan alumni, serta perluasan kerja sama dengan berbagai institusi.
Visi “Dentopreneur Unggul, Inovatif, Berdampak ASEAN” menjadi pijakan utama kepemimpinan baru FKG USK. Melalui visi tersebut, fakultas berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi klinis dan akademik, tetapi juga mampu berinovasi, berwirausaha, serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu kedokteran gigi dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Sejalan dengan itu, kepemimpinan baru juga telah menyiapkan sejumlah agenda prioritas pada awal masa jabatan, di antaranya percepatan pencapaian target IKU, peningkatan kualitas layanan akademik, penguatan tata kelola kelembagaan, optimalisasi pemanfaatan sumber daya, serta perluasan kemitraan dengan perguruan tinggi, rumah sakit, lembaga penelitian, dunia usaha, dan mitra internasional.
Dengan formasi kepemimpinan yang kini telah lengkap, FKG USK berharap mampu mempercepat proses transformasi kelembagaan dan memperkuat posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan kedokteran gigi yang kompetitif. Sinergi antara pimpinan, sivitas akademika, alumni, dan mitra strategis diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan fakultas yang adaptif terhadap perubahan, berorientasi pada mutu, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun global.






Komentar