probisnis.id – Klub promosi FC Thun berupaya mencetak sejarah dengan mengincar gelar juara Super League Swiss saat bertandang ke markas FC Basel di Stadion St. Jakob-Park pada Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 20.30 waktu setempat.
Pertandingan pekan ke-35 ini menjadi krusial bagi tim tamu untuk mengunci trofi pertama mereka di kasta tertinggi sepak bola Swiss.
Hingga Sabtu malam pukul 20.57 waktu setempat, tensi pertandingan dilaporkan terus meningkat dengan penguasaan bola yang mulai didominasi oleh FC Thun.
Meski bertindak sebagai tim tamu, tim asuhan Mauro Lustrinelli tersebut mendapatkan dukungan besar dari ratusan suporter yang melakukan perjalanan ke Basel menggunakan kereta dan bus khusus.
Maximilian Meyer, seorang pakar sepak bola Swiss, memberikan penilaian mendalam terkait fenomena keberhasilan klub dari kota kecil tersebut.
Dilansir dari Transfermarkt, Meyer menyoroti bagaimana klub yang baru kembali ke kasta tertinggi pada musim panas 2025 ini mampu mendominasi liga meskipun memiliki keterbatasan finansial.
“Die Saison des FC Thun ist eine der bemerkenswertesten Geschichten im Schweizer FuĂźball der letzten Jahre. Der Verein aus der Kleinstadt Thun in der Nähe von Bern gehörte traditionell nicht zu den dominierenden Kräften des Landes. Obwohl er Phasen in der höchsten Spielklasse hinter sich hat und sogar in europäischen Wettbewerben spielte, umfasst seine jĂĽngste Geschichte den Abstieg im Jahr 2020 und mehrere Jahre in der zweiten Liga,” kata Meyer.
Meyer juga menjelaskan bagaimana stabilitas keuangan klub terjaga setelah sempat mengalami krisis dua tahun lalu.
Intervensi pengusaha lokal memastikan klub tetap berada di bawah kendali investor domestik.
“Vor rund zwei Jahren befand sich der FC Thun in ernsthaften finanziellen Schwierigkeiten, und es bestand die Gefahr, dass der Verein entweder in Konkurs gehen oder von ausländischen Investoren ĂĽbernommen werden könnte. In diesem entscheidenden Moment schritt ein Schweizer Unternehmer ein und erwarb rund ein Drittel des Vereins, wodurch er dessen Finanzen stabilisierte und sicherstellte, dass der Klub unter Schweizer Kontrolle blieb,” ujar Meyer.
Keberhasilan teknis di lapangan tidak terlepas dari peran kontinuitas manajemen yang mempertahankan pelatih meski sempat gagal dalam upaya promosi sebelumnya.
Meyer menekankan bahwa filosofi pengembangan pemain menjadi kunci utama kesuksesan FC Thun musim ini.[]
Sumber: AsatuNews.co.id






Komentar