Internasional

Daratan Baru Muncul di Sekitar Gunung Anak Krakatau

Daratan Baru Muncul di Sekitar Gunung Anak Krakatau
Pemandangan Gunung Anak Krakatau dan area sekitarnya setelah erupsi [detikNews]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Daratan baru muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, setelah erupsi beberapa waktu lalu. Gunung Anak Krakatau sendiri terbentuk melalui proses yang panjang. Proses ini dimulai dari letusan besar Gunung Krakatau pada abad ke-5 masehi.

Awalnya, Krakatau adalah kerucut gunung api besar. Letusan besar tersebut menciptakan kaldera atau cekungan raksasa di puncak gunung. Dari kaldera ini, tersisa tiga pulau, yaitu Verlatern, Lang, dan Rakata.

Pada lokasi Rakata, muncul kerucut gunung api baru yang dikenal sebagai Gunung Rakata, dengan susunan batuan basaltik. Di tengah cekungan kaldera, muncul dua kerucut gunung api baru, Perbuwatan dan Danan, yang kemudian menyatu dengan Rakata menjadi Gunung Krakatau.

Gunung Krakatau mengalami erupsi andesitik pada tahun 1680. Erupsi besar berikutnya terjadi pada 20 Mei 1883 setelah periode tenang selama dua abad. Puncak erupsi terjadi pada 26 dan 28 Agustus 1883, yang dikenal karena kedahsyatannya.

Erupsi tersebut diperkirakan menghasilkan batu apung dan abu sebanyak 18 km3. Akibatnya, gunung api Perbuatan, Danan, dan setengah dari Rakata hilang ambles, meninggalkan cekungan baru dengan kedalaman 250 m dan diameter 70 km.

Amblesnya Krakatau menimbulkan gelombang pasang setinggi 20 meter yang menyapu pantai-pantai di Selat Sunda. Peristiwa ini mengakibatkan 36.417 orang tewas.

Setelah erupsi tersebut, proses vulkanik berlangsung selama puluhan tahun. Hasilnya, kerucut gunung api baru muncul, yang diberi nama Anak Krakatau. Gunung Anak Krakatau lahir pada bulan Desember 1927, 44 tahun setelah erupsi besar tersebut.

Kini, dataran baru kembali muncul di kawasan Gunung Anak Krakatau setelah erupsi terbaru. Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa daratan baru tersebut adalah hasil dari aktivitas vulkanik yang berlangsung di area tersebut.[]

Sumber: detikNews

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.