probisnis.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lonjakan pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026. Setelah mengalami penurunan tajam sebelumnya, IHSG mencapai level 6.330,56, naik 1,00% dari penutupan sebelumnya.
Nilai transaksi hingga jeda makan siang mencapai Rp 7,92 triliun, dengan volume perdagangan 19,43 miliar saham dalam 1,18 juta kali transaksi. Dalam perdagangan ini, 449 saham menguat, 171 saham melemah, dan 170 saham tidak bergerak.
Emiten yang paling banyak ditransaksikan meliputi CUAN, TPIA, DSSA, PTRO, dan BMRI. Sepanjang hari, IHSG bergerak dalam rentang 6.272 (+0,08%) hingga mencapai 6.339 (+1,15%).
Sektor perdagangan mayoritas menunjukkan penguatan, dengan sektor utilitas, teknologi, dan barang baku mencatat kenaikan tertinggi. Sementara itu, sektor kesehatan dan industri mengalami kontraksi.
Ada juga emiten konglomerat yang mengalami lonjakan menjelang pengumuman MSCI, terutama saham-saham dari Grup Barito yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu. Saham BREN, BRPT, CUAN, dan PTRO menjadi pendorong utama kinerja IHSG hari ini.
Emiten lain yang turut menyokong pergerakan positif indeks adalah DCII, ISAT, BRMS, DSSA, VKTR, dan BBCA. Pada hari yang sama, pasar keuangan Indonesia menghadapi dua agenda penting.
Agenda pertama adalah rilis inflasi Amerika Serikat (AS) dan yang kedua adalah pengumuman MSCI August 2026 Index Review. Data inflasi AS diperkirakan menjadi penentu arah dolar AS, yield US Treasury, rupiah, dan pasar saham global.
Rilis inflasi AS untuk bulan Juli menjadi fokus utama, di mana inflasi tahunan diperkirakan melandai menjadi 3,4% dari 3,5% pada Juni. Secara bulanan, harga konsumen diperkirakan naik 0,1% setelah mengalami penurunan sebelumnya.
Inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi, diperkirakan turun menjadi 2,5% secara tahunan dari 2,6%. Secara bulanan, inflasi inti diproyeksikan naik 0,2% setelah tidak berubah pada bulan Juni.[]
Sumber: CNBC Indonesia






Komentar