Bisnis

Saham BUMI Menguat ke Rp151 pada Perdagangan 20 Juli 2026

Saham BUMI Menguat ke Rp151 pada Perdagangan 20 Juli 2026
Pergerakan saham BUMI yang menguat di Bursa Efek Indonesia [Nadia Fitria Ramadhani]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dibuka menguat pada level Rp151 per lembar pada 20 Juli 2026. Kenaikan harga ini mencatatkan peningkatan 1 poin atau 0,67 persen dalam perdagangan sesi pertama. Tren positif ini terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berada di zona hijau.

Pergerakan saham BUMI melanjutkan tren positif setelah penutupan perdagangan sebelumnya pada 17 Juli 2026 di posisi Rp150. Pada akhir pekan lalu, investor asing melakukan aksi beli bersih terhadap saham BUMI senilai Rp16,19 miliar. Data ini diperoleh dari Stockbit.

Analisis teknikal dari CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan bahwa saham BUMI berpotensi melanjutkan penguatan menuju level resistensi berikutnya. Mereka mencatat bahwa saham BUMI memiliki level support di 145-147 dengan potensi penguatan menuju resistance selanjutnya di 152-155.

Dari segi historis, pergerakan saham BUMI dalam sepekan terakhir mencatatkan penguatan sebesar 2,04 persen. Namun, dalam kurun satu bulan terakhir, saham ini masih terkoreksi 10,7 persen. Secara akumulasi, sepanjang tahun berjalan, kinerja saham BUMI mengalami penurunan sebesar 59 persen dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp57 triliun.

Minat investor terhadap emiten pertambangan ini juga terlihat pada perdagangan sebelumnya, khususnya pada 16 Juli 2026. Volume transaksi saham BUMI saat itu mencapai 1,09 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp163,35 miliar. Transaksi tersebut dilakukan dalam 19.874 kali, bersamaan dengan saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang juga mencatatkan volume perdagangan di atas 1 miliar saham.

Selain BUMI, anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga mencatatkan kinerja positif. BRMS mengalami kenaikan volume penjualan emas pada kuartal II-2026. Peningkatan ini didorong oleh rampungnya aktivitas pengupasan lapisan penutup di area tambang Poboya, Palu, Sulawesi Tengah.[]

Sumber: https://www.publika.id/

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.