probisnis.id – FIFA mengumumkan bahwa mereka akan melakukan investigasi terkait spanduk Malvinas yang dibawa oleh pemain Argentina. Hal ini terjadi setelah Argentina mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal Piala Dunia 2026. Kemenangan itu berlangsung di Atlanta Stadium pada 16 Juli 2026.
Pemain Argentina melanggar aturan Piala Dunia yang melarang pesan politik di pertandingan. Spanduk Malvinas menjadi sorotan karena Argentina dan Inggris memiliki konflik berkepanjangan mengenai kepulauan tersebut. Argentina tetap mengklaim kepulauan itu meski referendum 2013 menunjukkan mayoritas ingin tetap di bawah Inggris.
Pasca pertandingan, FIFA menegaskan akan mempertimbangkan langkah lebih lanjut. Jika terbukti bersalah, Argentina bisa menghadapi sanksi. Sanksi tersebut bisa berupa denda atau larangan bermain bagi pemain yang terlibat.
Sesuai dengan prosedur standar, komite disiplin FIFA sedang menilai laporan pertandingan. Mereka mempertimbangkan semua keadaan relevan sebelum mengambil keputusan. FIFA menyatakan bahwa kode disiplin FIFA akan menjadi acuan dalam proses ini.
Kemenangan Argentina atas Inggris dirayakan dengan penuh emosi. Tim Tango berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal 0-1. Gol penyama kedudukan dicetak oleh Enzo Fernandez, diikuti oleh gol Lautaro Martinez yang menentukan kemenangan.
Konflik antara Argentina dan Inggris terkait Malvinas telah berlangsung sejak 1982. Keduanya memiliki rivalitas yang kuat baik di dalam maupun di luar lapangan. FIFA kini dihadapkan pada tantangan untuk menegakkan aturan dalam situasi yang sensitif ini.[]
Sumber: detiksport






Komentar