probisnis.id – Argentina saat ini menghadapi dugaan megaskandal pencucian uang menjelang perempat final Piala Dunia 2026. Dugaan ini melibatkan Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) dan presidennya, Claudio Tapia. FBI dan Departemen Kehakiman AS menyelidiki aliran dana mencurigakan sebesar 300 juta dollar AS, setara Rp 5,4 triliun.
Kasus ini menarik perhatian otoritas hukum AS karena melibatkan transaksi yang dilakukan melalui bank dan entitas di negara tersebut. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa FBI dan Departemen Kehakiman AS telah membongkar jaringan keuangan kompleks yang diduga digunakan untuk menyamarkan aliran dana ilegal.
Fokus penyelidikan terarah pada TourProdEnter LLC, sebuah perusahaan cangkang di Florida Selatan. Perusahaan ini beroperasi dengan kantor virtual dan mengelola kontrak komersial internasional AFA. FBI dan jaksa federal menyelidiki cara AFA menyusun perjanjian luar negeri dan memindahkan dana besar ke bank-bank besar seperti Citibank dan Bank of America.
Transaksi ini terjadi saat Pemerintah Argentina menerapkan kontrol mata uang yang ketat. Nicolas Pizzi, jurnalis investigasi dari La Nacion, menyebutkan bahwa setidaknya 260 juta dollar AS terlibat dalam skandal ini. Angka ini kemungkinan akan terus bertambah seiring berlanjutnya penyelidikan.
Megaskandal ini telah berkembang menjadi penyelidikan lintas negara dengan Miami sebagai pusat praktik pencucian uang. Menurut La Nacion, modus pencucian uang ini mengikuti pola kejahatan finansial klasik. Taktik ini meliputi pergerakan uang yang cepat dan kepemilikan aset yang disamarkan.
Penyelidikan ini menunjukkan adanya sistem pengawasan perbankan yang berhasil dihindari oleh pelaku. Temuan ini menjadi perhatian besar, terutama menjelang perhelatan besar seperti Piala Dunia. Dugaan ini menciptakan ketidakpastian bagi tim dan penggemar sepak bola Argentina.[]
Sumber: Kompas.id






Komentar