probisnis.id – MONTERREY, Meksiko – Gelandang Swedia Yasin Ayari akan memulai debut Piala Dunia pertamanya pada tahun 2026. Pertandingan ini terasa emosional bagi pemberusia 22 tahun itu.
Ayari akan menghadapi Tunisia di lapangan. Tunisia adalah negara tempat ayahnya lahir dan dibesarkan.
Pertandingan ini menjadi lebih dari sekadar debut di panggung terbesar sepak bola. Ayari akan berhadapan dengan jalur karier internasional yang bisa saja ia ambil.
Manajer Tunisia, Sabri Lamouchi, berusaha membawa timnya lolos dari fase grup untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia. Lamouchi mengakui bahwa Ayari adalah kehilangan besar bagi timnya.
“Saya mengenalnya dan saudaranya,” kata Lamouchi. “Dia membuat pilihan, saya sangat menghormatinya, dan dia pemain yang sangat bagus. Kami mendoakan yang terbaik setelah pertandingan, tetapi itu setelah pertandingan.”
Pada tahun 2021, perwakilan Tunisia mendekati Ayari dengan tawaran untuk mengalihkan kesetiaannya. Mereka ingin ia bermain untuk tim Afrika itu di Piala Dunia 2022.
Ayari memutuskan untuk tetap bersama negara kelahirannya. Ayahnya, Azzouz Ayari, percaya bahwa putranya harus membayar kembali negara tempat ia dilahirkan.
“Putra saya ingin bermain untuk Tunisia, tetapi saya memintanya untuk mewakili Swedia sebagai gantinya, karena itulah negara yang menyambut dan mengembangkannya,” kata Azzouz Ayari dalam wawancara dengan Aftonbladet pada bulan Mei. “Itu adalah kewajibannya untuk memberikan sesuatu kembali.”
Bagi Ayari, pilihan itu masuk akal setelah ia dan ayahnya mendiskusikan kemungkinan tersebut. “Saya lahir di Swedia dan merasa seperti orang Swedia, dan Swedia adalah negara yang ingin saya wakili,” kata Ayari.[]
Sumber: USA Today






Komentar