probisnis.id – Presiden Barcelona Joan Laporta melontarkan tuduhan serius terhadap Real Madrid. Ia menuding klub rivalnya itu sengaja mengalihkan perhatian dari masalah internal mereka.
Tuduhan ini muncul setelah konferensi pers Presiden Real Madrid Florentino Pérez. Laporta menilai strategi diskursif Madrid sudah direncanakan dengan sangat jelas.
Menurut Laporta, tujuan utama strategi itu adalah menjauhkan fokus dari krisis olahraga yang dihadapi Madrid. Ia menyebut Madrid telah mengumpulkan dua puluh empat bulan tanpa memenangkan trofi besar.
Laporta menyatakan kekhawatiran di kubu Madrid sangat jelas. Ia menuduh taktik Madrid adalah melemparkan bayangan ke atas situasi Barcelona untuk menutupi kelemahan mereka sendiri.
Bagi Laporta, kelemahan Madrid tidak memiliki cara sah untuk dipertahankan di depan para penggemar. Ia pun bersikap tegas terhadap situasi ini.
Laporta menegaskan Barcelona tidak akan mentolerir penggunaan nama klubnya sebagai tameng. Ia berjanji akan memberikan reaksi resmi dari semua area klub.
Dalam wawancara terpisah, Florentino Pérez juga angkat bicara. Ia menyatakan hubungan dengan Barcelona sudah benar-benar rusak.
Pérez mengatakan tidak ingin berhubungan dengan klub yang menurutnya membayar wasit selama dua dekade. Ia menyerukan keadilan.
Pérez juga mengaku belum berbicara dengan Kylian Mbappé sejak pemain itu tiba di Madrid. Pernyataan ini ia sampaikan dalam wawancara dengan Josep Pedrerol.
Di sisi lain, muncul kandidat baru untuk pemilihan presiden Real Madrid. Enrique Riquelme memberikan pernyataan publik pertamanya.
Riquelme sebelumnya telah mengirim surat kepada Florentino Pérez. Ia adalah seorang pengusaha Spanyol yang tinggal di Meksiko.[]
Sumber: OneFootball






Komentar