probisnis.id – Gianni Infantino semakin dekat untuk mencalonkan diri kembali sebagai Presiden FIFA setelah mendapatkan dukungan dari AFC. Pada Jumat (23/10/2026), Sheikh Salman bin Ibrahim al-Khalifa, Presiden AFC, menyatakan dukungannya di Tokyo, Jepang.
Pernyataan ini berbeda dengan sikap Sheikh Salman dua bulan lalu yang menolak rencana privatisasi Piala Dunia yang diusulkan Infantino. Ia bahkan menyebut rencana tersebut sebagai pengkhianatan terhadap kepercayaan.
Infantino sebelumnya dihadapkan pada tekanan untuk mundur setelah rencananya menimbulkan kontroversi. Saat itu, Sheikh Salman bersama Aleksander Ceferin dari UEFA dan Victor Montagliani dari CONCACAF menandatangani surat terbuka menolak rencana tersebut.
Infantino telah meminta maaf atas rencana privatisasi Piala Dunia dalam rapat Dewan FIFA di Zurich, Swiss. Dukungan dari AFC sangat signifikan, karena Conmebol dan CAF juga telah mendukung pencalonan Infantino untuk periode keempat.
Saat ini, penentang utama pencalonan Infantino hanya tersisa dari UEFA dan CONCACAF. UEFA telah meminta klarifikasi kepada FIFA mengenai masa jabatan Infantino dan beberapa isu seputar FFE dan Penghargaan Perdamaian FIFA.
Sheikh Salman menegaskan komitmennya untuk mendukung Infantino menjelang Kongres FIFA yang akan berlangsung di Maroko pada Maret 2027. Para kandidat presiden diharuskan menyerahkan pencalonan mereka paling lambat 18 November 2026.
Sheikh Salman juga menyatakan bahwa ia telah menghilangkan perbedaan pendapat yang ada sebelumnya dengan Infantino. Sebelum dukungan resmi, negara-negara anggota AFC yang berpengaruh seperti Arab Saudi dan Qatar sudah terlebih dahulu mendukung Infantino.[]
Sumber: Kompas.id






Komentar