probisnis.id – Jakarta, LPEM FEB UI melaporkan bahwa sekitar 8 juta lulusan sarjana di Indonesia bekerja di bawah tingkat pendidikannya. Laporan ini berjudul ‘Ketika Akses Pendidikan Tinggi Bertambah, Apakah Pasar Kerja Siap?’ ditulis oleh Muhammad Hanri, PhD dan Nia Kurnia Sholihah, MD.
Laporan tersebut menunjukkan lima bidang studi yang banyak ditemukan di kalangan pengangguran lulusan S1. Data ini penting mengingat pemerintah sedang membangun Universitas Republik Indonesia (URI).
Dalam laporan jurnal Labor Market Brief Volume 7, Nomor 7, Juli 2026, beberapa poin penting bagi URI juga disampaikan. URI perlu merancang program yang tidak hanya populer tetapi juga sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Tren lulusan S1 yang bekerja di posisi yang membutuhkan pendidikan lebih rendah menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja terdidik lebih cepat dibandingkan penciptaan pekerjaan profesional. Hal ini mencerminkan hubungan antara pendidikan dan kebutuhan pemberi kerja yang masih lemah.
Jika tidak direncanakan dengan baik, penambahan kapasitas pendidikan tinggi melalui universitas baru dapat meningkatkan jumlah lulusan, tetapi tidak memperbesar peluang mereka mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Data ini diambil dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025.
LPEM FEB UI menekankan pentingnya memahami kompetensi lulusan dan kebutuhan sektor yang belum terlayani. Hal ini bertujuan agar lulusan pendidikan tinggi bisa memiliki posisi yang jelas di pasar kerja.[]
Sumber: detikcom






Komentar