PROBISNIS | Token meme berbasis Ethereum, Pepe (PEPE), mencatat penurunan selama enam pekan berturut-turut. Namun di tengah pelemahan harga tersebut, data on-chain justru menunjukkan adanya akumulasi besar-besaran oleh investor kelas kakap (whale).
Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa fase koreksi panjang PEPE berpotensi mendekati akhir, meskipun sentimen pasar ritel masih berada dalam tekanan.
Akumulasi Diam-Diam di Tengah Sentimen Negatif
Berdasarkan data dari platform analitik Santiment, 100 wallet terbesar PEPE tercatat telah mengoleksi sekitar 23,02 triliun token dalam empat bulan terakhir. Akumulasi ini terjadi setelah pasar mengalami tekanan signifikan pada Oktober lalu.
Fenomena tersebut mengindikasikan adanya pergeseran strategi di kalangan pemegang besar. Saat investor ritel cenderung pesimistis terhadap prospek meme coin, whale justru memanfaatkan momentum koreksi untuk menambah kepemilikan.
Santiment menilai bahwa pergerakan wallet besar kerap menjadi katalis pembalikan tren altcoin.
“Pergerakan smart money sering kali menjadi faktor utama dalam perubahan arah altcoin sebelum reli besar terjadi. Meskipun sentimen ritel terhadap Pepe dan meme coin lain masih bearish, aset dengan akumulasi signifikan berpotensi mencatat breakout, terutama jika Bitcoin kembali menunjukkan momentum bullish yang kuat,” tulis Santiment dalam, Dikutip beincrypto.com, laporannya.
Prediksi Lama dan Exit Strategis
Sebelumnya, trader ternama di platform Hyperliquid, James Wynn, sempat memproyeksikan kapitalisasi pasar PEPE bisa mencapai US$69 miliar pada 2026. Prediksi tersebut muncul menjelang reli tajam token ini.
Namun dua minggu setelah pernyataan tersebut, Wynn mengungkapkan bahwa ia telah menutup seluruh posisi long dan melepas semua kepemilikan PEPE miliknya.
Meski Wynn telah keluar dari pasar, data menunjukkan minat akumulasi dari investor besar lainnya tetap berlanjut.
Potensi Rebound, Tapi Risiko Masih Mengintai
Sejumlah analis menilai PEPE berpeluang mengalami pemulihan dalam waktu dekat. Meski begitu, mereka juga mengingatkan kemungkinan terbentuknya level bottom lokal baru sebelum tren naik yang lebih konsisten benar-benar terkonfirmasi.
Dari sisi fundamental, akumulasi whale dapat menjadi penopang harga. Akan tetapi, kondisi likuiditas global yang semakin ketat menjadi faktor risiko yang tak bisa diabaikan.
Analis pasar Benjamin Cowen menyoroti bahwa dalam fase pengetatan likuiditas, meme coin biasanya menjadi sektor yang paling rentan.
Ia memperingatkan bahwa beberapa proyek meme coin berisiko kehilangan daya tarik bahkan menghilang dari pasar jika tekanan berlanjut.
Selain itu, data menunjukkan dominasi meme coin terhadap total kapitalisasi altcoin masih berada di level rendah, menandakan minat pasar terhadap sektor ini belum sepenuhnya pulih.
Menanti Konfirmasi dari Bitcoin
Arah pergerakan PEPE ke depan sangat bergantung pada sentimen pasar kripto secara keseluruhan, terutama performa Bitcoin. Jika aset kripto terbesar tersebut mampu mencetak momentum bullish yang kuat, peluang reli lanjutan di sektor meme coin—termasuk PEPE—akan semakin terbuka.
Untuk saat ini, pasar masih menunggu konfirmasi apakah akumulasi whale tersebut akan benar-benar menjadi pemicu pembalikan tren, atau sekadar strategi spekulatif di tengah ketidakpastian likuiditas global.

