BerandaHeadlineSegini Rincian Proyeksi Pendapatan dan Belanja dalam KUA-PPAS APBA 2026

Segini Rincian Proyeksi Pendapatan dan Belanja dalam KUA-PPAS APBA 2026

PROBISNIS | Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, bersama Pimpinan DPRA menandatangani Berita Acara Persetujuan Bersama terhadap Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Penandatanganan itu berlangsung dalam rapat paripurna di Gedung DPRA, Jumat, 14 November 2025.

KUA dan PPAS tersebut menjadi dasar penyusunan Rancangan Qanun tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) Tahun Anggaran 2026.

Menariknya, dokumen KUA-PPAS APBA 2026 disetujui hanya dua hari setelah diserahkan oleh eksekutif kepada legislatif.

Ketua DPRA, Zulfadhli, menyatakan bahwa Pemerintah Aceh menyerahkan dokumen tersebut melalui surat Nomor 900.1/17399 pada 12 November 2025. Selanjutnya, Badan Anggaran DPRA bersama Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) melakukan pembahasan intensif.

Menurut Ketua DPRA, proses pembahasan dilakukan secara maraton, siang dan malam, sebagai bentuk komitmen untuk memastikan kebijakan anggaran tersusun tepat waktu dan sesuai kebutuhan strategis daerah.

“Pembahasan dilakukan secara mendalam, dan berkat kerja keras semua pihak, kita dapat mencapai kesepakatan bersama sehingga paripurna hari ini dapat dilaksanakan sesuai jadwal,” ujarnya, dikutip dari laman resmi DPRA.

Proyeksi Pendapatan dan Belanja Aceh 2026

Pada Senin, 17 November 2025, disampaikan rincian proyeksi pendapatan dan belanja dalam Rancangan KUA-PPAS APBA 2026 sebagai berikut:

Pendapatan Aceh

Total pendapatan Aceh tahun 2026 ditargetkan Rp11,48 triliun lebih, terdiri dari:

Pendapatan Asli Aceh (PAA): Rp4,44 T lebih

Pajak Aceh: Rp1,77 T lebih

Retribusi Aceh: Rp751,9 M lebih

Hasil Pengelolaan Kekayaan Aceh yang Dipisahkan: Rp329,56 M lebih

Lain-Lain PAD yang Sah: Rp1,59 T lebih

Pendapatan Transfer: Rp7,03 T lebih

Dana Bagi Hasil (DBH): Rp129,24 M lebih

Dana Alokasi Umum (DAU): Rp1,81 T lebih

Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik: nihil

DAK Nonfisik: Rp1,09 T lebih

Dana Otonomi Khusus Aceh: Rp4 T lebih

Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah

Hibah dari badan/lembaga/organisasi dalam negeri: Rp2,09 M lebih

Belanja Aceh

Total belanja Aceh direncanakan sebesar Rp10,33 triliun lebih, dengan rincian:

Belanja Operasi: Rp7,99 T lebih

Belanja Pegawai: Rp4,03 T lebih

Belanja Barang dan Jasa: Rp3,31 T lebih

Belanja Subsidi: Rp90 juta

Belanja Hibah: Rp460,04 M lebih

Belanja Bantuan Sosial: Rp196,79 M lebih.

Belanja Modal: Rp575,97 M lebih

Tanah: Rp1,09 M lebih

Peralatan dan Mesin: Rp352,45 M lebih

Gedung dan Bangunan: Rp107,55 M lebih

Jalan, Jaringan, dan Irigasi: Rp76,67 M lebih

Aset Tetap Lainnya: Rp38,01 M lebih

Belanja Tidak Terduga Rp25 M

Belanja Transfer: Rp1,73 T lebih

Belanja Bagi Hasil: Rp692,33 M lebih

Belanja Bantuan Keuangan: Rp1,04 T lebih

Pembiayaan Daerah

Penerimaan Pembiayaan dari SiLPA tahun sebelumnya: Rp313,04 M lebih

Pengeluaran Pembiayaan untuk pembentukan Dana Abadi Daerah: Rp1,45 T lebih [Sumber: line1news.com]

 

Editor:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKAIT

Lihat lainnya

BERITA TERBARU

Lihat lainnya

Populer

Sekda Aceh Terima Forum LSM, Pemerintah Susun Quick Win Pemulihan Pascabencana

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima audiensi Forum Solidaritas Aceh di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Pemerintah Aceh, Jumat (9/1/2026)....

Sekda Aceh Tegaskan Komitmen Dukung KONI