PROBISNIS | Ferry Joko Yuliantono resmi menjabat sebagai Menteri Koperasi Republik Indonesia, dengan tugas utama memperkuat koperasi dan mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
Memiliki latar belakang yang kuat di bidang ekonomi dan manajemen bisnis, Ferry Joko Yuliantono dikenal sebagai sosok visioner yang fokus pada inovasi dan digitalisasi koperasi. Sejak dilantik, ia langsung menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi koperasi melalui pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional.
Karier Ferry juga diwarnai pengalaman luas dalam pengembangan sektor UMKM, di mana ia pernah aktif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas pelaku usaha kecil. Pendekatannya yang pragmatis dan berbasis data menjadi modal penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinannya, Kementerian Koperasi gencar melakukan reformasi birokrasi dan memperluas akses pembiayaan bagi koperasi dan UMKM. Ferry juga mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan perbankan dan platform digital, guna membuka pasar yang lebih luas dan memudahkan akses pasar bagi para pelaku usaha.
Selain itu, Menteri Ferry Joko Yuliantono berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia koperasi melalui pelatihan dan pendampingan intensif, sehingga koperasi dapat berperan lebih efektif sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan visi yang jelas dan pengalaman mumpuni, Ferry Joko Yuliantono diharapkan mampu membawa koperasi Indonesia ke era baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan global sekaligus memberdayakan ekonomi rakyat secara menyeluruh.
Dikutip Wikipedia, Ferry Joko Yuliantono (lahir 27 Juli 1967), biasa dipanggil Ferry Juliantono adalah seorang Teknokrat, Aktivis, Birokrat dan Politikus Indonesia. Teknokrat ahli dalam bidang Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Koperasi diangkat sebagai Menteri Koperasi pada Kabinet Merah Putih.[1] Sebagai Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (SI) periode 2021-2026.
Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Padjdjaran (IKA Unpad) 2024-2028 yang terpilih secara Aklamasi.
Aktivis lintas golongan ini juga seorang politikus dari Partai Gerindra, menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Massa DPP Partai Gerindra 2020-2025.
Kehidupan awal
Ferry Joko Juliantono lahir di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, tanggal 27 Juli 1967. Menikah dengan Ir. Sita Komaladewi dan dikarunia 2 orang anak.
Pendidikan
Ferry menyelesaikan sekolah dasar di SD Duren Tiga 07 Pagi, Jakarta tahun 1980, melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Sumbangsih Jakarta Tahun 1984 dan pendidikan menengah atas di SMA Mahardhika Surabaya, selesai tahun 1987.
Kemudian menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi di Universitas Padjdjaran tahun 1993.
Menyelesaikan Program Pasca Sarjana (S2) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Studi Hubungan Internasional Kekhususan Ekonomi Politik Internasional Universitas Indonesia selesai tahun 2006.
Pelatihan dan seminar
Selain menyelesaikan pendidikan formal, Ferry juga mengikuti pelatihan dan seminar sebagai berikut :
Konvensi Kedua “East Asian Economic Association”, tahun 1990.
Pelatihan “Bank Syariah, Prospek dan Operasional”, diselenggrakan oleh Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Bank Syariah. Jakarta 1996.
“Kursus Bela Negara”, diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan. Departemen Pertahanan Republik Indonesia, tahun 2003.
Seminar “Situasi Politik Indonesia Menjelang Pemilu 2004” diselenggarkan oleh Kedubes RI Malaysia, di Malaysia tahun 2004.
Seminar Internasional “Asian NGO Perspective on Agrarian Reform and Access to Land”, diselenggarakan oleh Asian NGO Coalition for Agrarian Reform and Rural Development (ANGOC), di FIlipina tahun 2005.
Seminar Internasional “No Patient On Life” diselenggarakan oleh Organisasi Petani Asia (Asian Peasant Coalition) di Jakarta tahun 2006.
Seminar Internasional “Pembaruan Agraria Sebagai Jalan Memberantas Kemiskinan di Negara-Negara Dunia Ketiga” diselenggarakan oleh International Land Coalition (ILC) di Jakarta tahun 2006.
Seminar “Reunifikasi Data Perberasan” diselenggarakan oleh BEM se- Jawa Barat, tahun 2006.
“Program Pengkajian Ulang Data Produksi Padi”, bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2006.
Pelatihan “Impact of Import Surges on Developing Countries”, diselenggarakan Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Departemen Pertanian RI bekerjasama dengan Action Aid International di Jakarta tahun 2007.
Regional Workshop on ASEAN : “Firming Up Asian Farmer Campaign on ASEAN Regional Integration in Agriculture”, di Jakarta tahun 2007.
