PROBISNIS | Di hutan-hutan dan dataran tinggi Aceh, terdapat sejenis umbi liar yang dikenal dengan nama pendang.
Tumbuhan ini tumbuh di dalam tanah layaknya jenis umbi-umbian lainnya. Pendang sudah lama dikenal masyarakat setempat, terutama oleh kalangan orang tua, sebagai tanaman yang memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Pendang dapat ditemukan dengan mudah di kawasan hutan Aceh, dan keberadaannya juga diketahui menjadi makanan favorit satwa liar seperti babi hutan.
Menariknya, babi liar di Aceh dikenal memiliki kondisi fisik yang kuat dan tahan terhadap berbagai penyakit, meskipun hidup di alam bebas.
Dikonsumsi sebagai Minuman Tradisional
Di kalangan masyarakat Aceh, khususnya generasi tua, pendang bukanlah tanaman yang asing. Umbi ini biasanya direbus, dan air rebusannya diminum sebagai minuman tradisional yang dipercaya memberikan stamina dan kebugaran.
“Saya sendiri pernah mencoba minum air rebusan pendang. Badan terasa lebih bertenaga dan tidak mudah lelah, meskipun bekerja keras seharian. Keesokan harinya, tubuh tetap segar dan fit,” ujar seorang warga Aceh yang rutin mengonsumsi tanaman ini.
Meski belum ada kajian ilmiah atau penelitian laboratorium yang secara resmi membuktikan manfaat pendang, pengalaman empiris masyarakat membuat umbi ini tetap dikonsumsi secara turun-temurun.
Belum Tersentuh Penelitian
Hingga kini, pendang masih tergolong sebagai tanaman liar yang belum banyak diteliti secara akademis. Namun, banyak pihak meyakini bahwa potensi tanaman ini cukup besar untuk dikembangkan sebagai produk herbal atau suplemen alami.
Dengan meningkatnya minat terhadap produk berbasis tanaman lokal dan tradisional, pendang bisa menjadi salah satu kandidat umbi lokal yang layak dikaji lebih lanjut oleh lembaga penelitian maupun perguruan tinggi.
