BerandaTravelKemenparekraf Genjot Promosi Pariwisata ke Tiongkok Lewat WIBM Beijing

Kemenparekraf Genjot Promosi Pariwisata ke Tiongkok Lewat WIBM Beijing

PROBISNIS | Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI terus memperluas promosi pariwisata ke pasar Asia Timur dengan menggelar Wonderful Indonesia Business Matching (WIBM) di Beijing, Tiongkok.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari WIBM Seoul yang dilaksanakan pada 8 September lalu, sekaligus bagian dari strategi promosi luar negeri untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan di kawasan.

WIBM Beijing digelar atas kolaborasi Kemenparekraf bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing dan Indonesia Chamber of Commerce in China (INACHAM).

“WIBM merupakan wujud nyata program Pariwisata Naik Kelas yang menekankan kemitraan strategis di tingkat global. Kami ingin memastikan transformasi pariwisata Indonesia juga tercermin melalui penguatan jejaring internasional,” ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Made Ayu Marthini.

Made menegaskan, Tiongkok adalah pasar prioritas pariwisata Indonesia. Sepanjang 2024, tercatat 1.198.582 kunjungan wisatawan asal Tiongkok, menempatkannya di posisi keempat setelah Malaysia, Singapura, dan Australia. Pada 2025, Kemenparekraf menargetkan kedatangan wisatawan Tiongkok mencapai 1,22 hingga 1,35 juta orang.

Sebanyak 22 pelaku industri pariwisata Indonesia turut hadir dalam WIBM Beijing, meliputi pengelola hotel dan resort, agen perjalanan, maskapai penerbangan, serta operator atraksi wisata. Dari sesi business matching, tercatat potensi transaksi sebesar 12.984 pax, dengan estimasi devisa mencapai Rp254,5 miliar atau sekitar US$15,4 juta, mengacu pada Average Spending per Arrival (ASPA) wisatawan Tiongkok sebesar US$1.188,11.

Selain sebagai ajang promosi dan kemitraan bisnis, WIBM Beijing juga bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok, menjadikannya momen penting untuk memperkuat kerja sama bilateral, koneksi antar pelaku industri, serta mendukung target nasional kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 14,6 hingga 16 juta orang pada 2025.

WIBM Beijing juga menjadi momentum peluncuran awal kampanye global Kemenparekraf bertajuk #GoBeyondOrdinary. Kampanye ini mengajak wisatawan global untuk mengeksplorasi Indonesia lebih dalam, tak hanya dari sisi keindahan alam, tetapi juga budaya, keramahan masyarakat, kuliner lokal, dan pariwisata berkelanjutan.

“Kami ingin wisatawan tidak sekadar berkunjung, tetapi berinteraksi dan mendapatkan pengalaman autentik di setiap sudut Indonesia,” tambah Made.

Selain WIBM, Kemenparekraf juga menggelar Tourism Investment Meeting untuk mendorong peningkatan investasi sektor pariwisata dari Tiongkok. Deputi Bidang Industri dan Investasi, Rizki Handayani, menjelaskan bahwa pada 2024 Tiongkok merupakan negara asal utama penanaman modal asing (PMA) di sektor pariwisata dengan total investasi mencapai Rp540 miliar.

Dalam forum tersebut, pemerintah memperkenalkan berbagai peluang investasi di sektor pariwisata, mulai dari proyek hospitality, pengembangan kawasan wisata, hingga sektor Health and Wellness Tourism.

“Dengan menampilkan proyek-proyek yang siap dikembangkan, kami berharap forum ini melahirkan kesepakatan nyata yang dapat mendorong arus investasi pariwisata ke Indonesia,” ujar Rizki.

Editor:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKAIT

Lihat lainnya

BERITA TERBARU

Lihat lainnya

Populer

Sekda Aceh Terima Forum LSM, Pemerintah Susun Quick Win Pemulihan Pascabencana

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima audiensi Forum Solidaritas Aceh di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Pemerintah Aceh, Jumat (9/1/2026)....

Sekda Aceh Tegaskan Komitmen Dukung KONI