PROBISNIS | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat sejak Kamis, 15 Januari 2026. Hingga Rabu (28/1/2026) sore, total luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 50,2 hektare.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melalui laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) menyebutkan, karhutla terjadi di beberapa kecamatan, di antaranya Johan Pahlawan, Woyla, Meureubo, Woyla Barat, Pante Ceureumen, Bubon, dan Kaway XVI.
Sejumlah gampong yang terdampak meliputi Lapang, Suak Raya, Suak Nie, Aron Baroh, Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Ranto Panyang Timur, Blang Luah LM, Napai, Pulo Teungoh Manjeng, Peulante, dan Meunasah Rambot.
“Total lahan terbakar mencapai 50 hektare lebih, dengan sebaran terluas di Gampong Suak Raya, Suak Nie, dan Meunasah Rambot,” demikian laporan Pusdalops PB BPBD Aceh Barat, Rabu (28/1/2026).
BPBD memastikan tidak terdapat korban jiwa, pengungsi, maupun warga terdampak secara langsung akibat kejadian tersebut. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.
Dalam upaya penanganan, BPBD Aceh Barat mengerahkan tim Pusdalops ke lokasi dengan dukungan dua unit drone, kendaraan operasional, mesin pemadam air, selang, serta satu unit ATV. Penanganan dilakukan secara bertahap sejak Jumat (16/1/2026) dengan fokus pada pemadaman dan pemutusan penjalaran api.
Upaya pemadaman melibatkan lintas instansi, termasuk TNI, Polri, KPH IV, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, serta masyarakat setempat. Selain pemadaman, petugas juga membagikan masker kepada warga dan sejumlah sekolah di wilayah terdampak.
Hingga laporan terakhir, api telah berhasil dipadamkan di beberapa lokasi, di antaranya Gampong Aron Baroh, Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, serta sebagian area di Suak Raya, Suak Nie, Ujong Beurasok, Blang Luah, dan Meunasah Rambot.
“Penanganan saat ini masih dalam tahap pengendalian, terutama di Gampong Suak Raya dan Suak Nie untuk mencegah api menjalar ke permukiman dan jalan raya,” tulis laporan tersebut.
BPBD Aceh Barat terus melakukan pemantauan dan koordinasi guna memastikan situasi tetap terkendali.
