Aceh Tamiang — Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir selaku Bunda Guru Aceh mengapresiasi semangat juang para guru dalam mempercepat pemulihan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah yang terdampak bencana banjir, banjir bandang, dan longsor.
Apresiasi tersebut disampaikan perempuan yang akrab disapa Kak Na itu usai meninjau SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang di Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Minggu (11/1/2025).
“Luar biasa, para guru di SLB Negeri Pembina tetap hadir setiap hari ke sekolah untuk membersihkan lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal,” ujar Kak Na.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan keteguhan para guru serta tenaga kependidikan yang tetap bekerja meski dengan keterbatasan sarana.
“Terima kasih atas tekad dan semangat juang para guru dan seluruh tenaga pendidikan di sini. Dengan alat seadanya, mereka tetap hadir membersihkan sekolah. Apresiasi juga kami sampaikan kepada para siswa dan wali murid yang turut membantu proses pembersihan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kak Na turut mengapresiasi kehadiran relawan Budha Tsu Chi yang membantu proses pembersihan di SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada relawan Budha Tsu Chi atas kepedulian dan bantuannya dalam masa pemulihan pascabencana di Aceh,” ucapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin menjelaskan, meski para guru juga merupakan korban terdampak bencana, mereka tetap hadir setiap hari untuk membersihkan sekolah dengan peralatan seadanya.
“Alhamdulillah, atas arahan Gubernur Aceh, Pemerintah Aceh telah menurunkan alat berat untuk membersihkan sekolah-sekolah yang terdampak bencana. Selain itu, relawan ASN Pemerintah Aceh juga diterjunkan untuk membantu pembersihan sekolah dan fasilitas umum,” ujar Murthalamuddin.
Bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kak Na juga meninjau SMA Negeri 1 Kejuruan Muda untuk melihat perkembangan pembenahan salah satu sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang.
Murthalamuddin menambahkan, sebagai bentuk apresiasi, para guru dan tenaga kependidikan yang tetap melaksanakan proses belajar mengajar di tengah keterbatasan akan menerima insentif dari pemerintah pusat.
“Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan memberikan insentif kepada guru dan tenaga kependidikan yang tetap menjalankan aktivitas pendidikan meski dalam kondisi fasilitas terbatas,” katanya.
Ia menjelaskan, guru dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah terdampak bencana di seluruh Aceh akan menerima insentif sebesar Rp2 juta per bulan selama tiga bulan, yakni Januari, Februari, dan Maret.
“Insentif ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para guru dalam mendampingi anak-anak di masa pemulihan pascabencana,” pungkas Murthalamuddin. [Adv]

