BerandaBisnisIHSG Lanjut Melemah di Tengah Sentimen Aturan Free Float MSCI

IHSG Lanjut Melemah di Tengah Sentimen Aturan Free Float MSCI

PROBISNIS | Indeks harga saham gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada awal perdagangan Selasa (28/10/2025), tertekan oleh sentimen perubahan aturan free float dari MSCI yang memicu kekhawatiran investor.

Dikutip dari Bisnis.com, Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka melemah 21,6 poin atau 0,27% ke level 8.095,54, setelah bergerak di rentang 8.093,52–8.151,33 pada awal sesi. Sebanyak 269 saham menguat, 115 saham melemah, dan 218 saham stagnan, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp14.843,6 triliun.

Pelemahan ini melanjutkan tren negatif pada perdagangan sebelumnya, ketika IHSG ditutup anjlok 1,87% ke level 8.117,15, bahkan sempat turun hingga 3,78% ke level 7.959,16 pada Senin (27/10).

Pada pagi ini, sejumlah saham berkapitalisasi besar menekan indeks, di antaranya BREN turun 2,25% ke Rp8.700, BRPT melemah 0,91% ke Rp3.270, AMMN turun 1,04% ke Rp7.125, dan BRMS terkoreksi 1,16% ke Rp855 per saham. Saham perbankan juga bergerak melemah: BBRI turun 1,3% ke Rp3.810, BMRI turun 0,45% ke Rp4.450, dan ANTM turun 1,27% ke Rp3.110.

Sebaliknya, saham BBCA naik tipis 0,6% ke Rp8.400, ADMR menguat 0,7% ke Rp620, dan MBMA naik 1,64% ke Rp620. Di jajaran top gainers, saham SOHO melonjak 23,55%, MICE naik 22,31%, dan KRAS menguat 14,38%.

Sentimen MSCI Tekan Pasar

Rully Arya Wisnubroto, Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menjelaskan pelemahan signifikan IHSG dipicu oleh kabar bahwa MSCI akan meninjau ulang metode perhitungan free float di Indonesia. Perubahan ini dikhawatirkan dapat menurunkan free float efektif sejumlah emiten, sehingga memengaruhi bobot mereka dalam indeks MSCI.

“Isu free float penting bagi investor institusional global karena mencerminkan jumlah saham yang benar-benar tersedia di pasar. Kekhawatiran ini menurut kami berlebihan, dan IHSG berpotensi rebound ke level 8.117,2,” jelas Rully dalam riset, Selasa (28/10).

Ia menambahkan, tren penguatan IHSG sebelumnya banyak ditopang ekspektasi kenaikan saham-saham tertentu yang berpotensi masuk indeks MSCI, seperti BREN dan BRMS.

“Melihat perkembangan terkini, kami memperkirakan hanya BRMS yang berpeluang masuk dalam rebalancing MSCI pada 5 November mendatang,” ujarnya.

Peluang Rebound

Dari sisi teknikal, Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menilai IHSG masih berpeluang rebound setelah koreksi tajam kemarin.

“Koreksi IHSG kemarin cenderung bersifat sementara akibat kekhawatiran penurunan bobot di MSCI. Hari ini IHSG berpotensi bergerak di kisaran support 7.950–8.000 dan resistance 8.150–8.200,” ujarnya.

BNI Sekuritas merekomendasikan investor mencermati saham PGEO, CMRY, NCKL, JPFA, EMTK, dan MIKA sebagai trading ideas hari ini.

Sementara itu, Tim Riset Phintraco Sekuritas mencatat IHSG telah menembus moving average 20 hari (MA20) di level 8.117 dengan peningkatan volume transaksi. Stochastic RSI menunjukkan death cross di area pivot, sementara MACD membentuk penyempitan negative slope.

“IHSG berpotensi menguji level psikologis 8.000 hari ini,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Adapun saham top picks versi Phintraco Sekuritas antara lain ADMR, BBYB, MAPA, ARTO, dan GGRM.

Editor:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKAIT

Lihat lainnya

BERITA TERBARU

Lihat lainnya

Populer

Sekda Aceh Terima Forum LSM, Pemerintah Susun Quick Win Pemulihan Pascabencana

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima audiensi Forum Solidaritas Aceh di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Pemerintah Aceh, Jumat (9/1/2026)....

Sekda Aceh Tegaskan Komitmen Dukung KONI